Kader Golkar yang Ingin Maju Ketum Diharapkan Berkompetisi Secara Sehat

Jumat, 5 Juli 2019 | 23:03 WIB
CP
WM
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: WM
Wakil Ketua Ketua Dewan Pembina DP Partai Golkar, Theo L Sambuaga menyampaikan pidato pada pembukaan
Wakil Ketua Ketua Dewan Pembina DP Partai Golkar, Theo L Sambuaga menyampaikan pidato pada pembukaan "10th General Assembly of International Conference of Asia Political Parties (ICAPP) di Moskwa, Rusia, Kamis 24 Oktober 2018. (Istimewa/Asni Ovier)

Jakarta, Beritasatu.com – Kader Partai Golkar (PG) yang menginginkan maju sebagai ketua umum (ketum) diharapkan berkompetisi secara sehat. Sebab, PG merupakan partai yang demokratis dalam menentukan kepemimpinan.

"Golkar itu partai terbuka, partai kader, dan partai yang demokratis. Kalau ada yang ingin maju, sanggup memimpin Golkar ke depan, membawa Golkar lebih baik lagi, silakan. Berkompetisi secara sehat," kata Wakil Ketua Dewan Pembina PG, Theo L Sambuaga.

Hal itu disampaikan Theo kepada Beritasatu.com, Kamis (4/7). "Kita juga tidak menutup kemungkinan Pak Airlangga Hartarto untuk maju lagi sebagai ketum. Intinya berkompetisi sehat. Yakinkan jajaran Golkar bahwa yang akan maju benar-benar punya kemampuan," ujar Theo.

Theo mengingatkan agar kader-kader PG tidak saling memfitnah dan menyudutkan. Menjaga agar citra PG senantiasa positif di tengah-tengah masyarakat.

"Saya optimistis kader-kader Golkar punya kedewasaan berdemokrasi, berorganisasi, dan berpartai," tegas Theo.

Menurut Theo, konsolidasi internal menjadi sesuatu yang penting harus dilakukan. Merumuskan pemikiran-pemikiran serta konsepsi-konsepsi untuk dikontribusikan bagi pemerintahan baru mendatang.

Theo menuturkan, PG juga harus menyiapkan kader untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 di 270 daerah.

"Siapkan kader untuk Pilkada Serentak. Jajaran Golkar harus kompak.

Tidak ada Urgensi

Theo menilai, tak ada urgensi musyawarah nasional (munas) dipercepat. "Tidak ada urgensinya munas dipercepat. Sebab itu bisa dilaksanakan jika ada kesalahan-kesalahan prinsip yang dilakukan pimpinan atau masalah darurat semisal pimpinan berhalangan tetap," kat Theo.

Theo menyatakan, kondisi PG sekarang justru sangat positif. Airlangga disebut berhasil membawa PG melalui Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dengan optimal. PG bersama-sama dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sukses memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf).

Terlepas dari Jokowi-Ma'ruf mampu merebut hati rakyat, lanjut Theo, tapi kerja dan kontribusi PG serta partai-partai koalisi cukup signifikan mengantarkan kemenangan.

Theo menuturkan, PG juga meraih perolehan kursi signifikan di DPR. "Golkar kan nomor dua di parlemen. Sebelumnya banyak pengamat katakan Golkar hanya dapat 7 persen suara, buktinya justru 12,31 persen," ucap Theo.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PG Lodewijk Freidrich Paulus mengungkap, Munas PG tetap akan dilaksanakan pada Desember 2019. "Kami di DPP melihat tidak ada alasan (munas dipercepat). Tetap Desember 2019," kata Lodewijk.

Mengenai keberhasilan PG dalam Pemilu, Lodewijk menyatakan, elektabilitas PG sempat berada di angka 6-9 persen berdasarkan survei internal. "Setelah kami bekerja, alhamdulillah suara kita bisa dapat 12,31 persen," imbuh Lodewijk.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon