Bogor Kekeringan, Bupati Antisipasi Gagal Panen

Minggu, 7 Juli 2019 | 15:44 WIB
B
IC
Penulis: BeritaSatu | Editor: CAH
Bupati Bogor Ade Yasin (kiri) saat meninjau arus balik wisata di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu (9/6/2019)
Bupati Bogor Ade Yasin (kiri) saat meninjau arus balik wisata di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu (9/6/2019) (Beritasatu Photo/Vento Saudale)

Cibinong, Beritasatu.com - Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi gagal panen ratusan hektare sawah, ketika beberapa wilayah di kabupaten tersebut mengalami kekeringan akibat memasuki musim kemarau.

"Kekeringan di Kabupaten Bogor sudah terjadi di beberapa kecamatan, tetapi ini kita langkah prefentif mengairi sawah menggunakan air yang dibawa melalui tanki," ujarnya di Bogor, Minggu (7/7/2019).

Menurutnya, beberapa kekeringan sebagian besar terjadi di sebelah Timur Kabupaten Bogor, seperti Kecamatan Jonggol, Cariu, dan Sukamakmur. Ia memasok air dari sungai di wilayah terdekat ke sawah-sawah yang mengalami kekeringan.

"Karena sumber-sumber air agak sedikit sulit untuk disedot, jadi kita ambil dari beberapa wilayah terdekat yang ada sungainya untuk sawah yang kekeringan, tapi untuk air minum dari BPBD," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Meski mengalami kekeringan, Ade Yasin memastikan bahwa ratusan hektare di wilayah Timur Kabupaten Bogor tidak gagal panen, karena padi-padi yang terpaksa disemprot air secara manual itu menurutnya masih nampak tumbuh.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianti mengatakan bahwa tak mudah untuk menangani kekeringan sejumlah sawah di wilayah timur Kabupaten Bogor, karena lokasinya terbilang sulit dijangkau.

"Untuk bantuan air pun sulit karena sumber air terdekat dengan lokasi sawah jaraknya lebih dari dua kilometer," kata Nurianti.

Meski begitu, dia memastikan kekeringan tidak akan mengganggu produksi beras untuk kebutuhan beras unggulan Kabupaten Bogor, yakni beras Carita Makmur.

"Aman. Karena masih ada pasokan dari wilayah penghasil beras lain seperti Sukamakmur, Tanjungsari, Dramaga, Leuwisadeng, Cijeruk, Caringin, Tenjolaya, Pamijahan dan lainnya," tuturnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon