Renovasi Planetarium Masuk Dalam Revitalisasi TIM Tahap Dua

Senin, 15 Juli 2019 | 15:08 WIB
LT
FH
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FER
Warga menyaksikan gerhana matahari di Planetarium, Jakarta
Warga menyaksikan gerhana matahari di Planetarium, Jakarta (emral/emral)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu Daryoto, mengatakan dalam penyusunan desain revitalisasi, pihaknya sudah mengajak semua pihak, termasuk pengelola Observatorium dan Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM).

"Sudah dilakukan forum grup diskusi (FGD) dengan stakeholder, termasuk Planetarium," kata Dwi Wahyu Daryoto kepada Beritasatu.com, Senin (15/7/2019).

Dwi mengungkapkan, renovasi atau revitalisasi Observatorium dan Planetarium akan dimasukkan dalam revitalisasi tahap kedua. Apalagi, saat ini detail enginering desain (DED) tahap kedua baru mulai disusun. Ia memastikan, bila DED sudah selesai disusun, maka akan mengajak pihak pengelola Planetarium untuk mendiskusikan desain rincinya.

"Planetarium masuk tahap kedua, yang detail design baru mau dimulai. Pastinya, nanti kalau masuk ke design rinci akan diskusi lagi dengan semua stakeholder terkait," ujar Dwi Wahyu Daryoto.

Ditempat terpisah, Direktur Proyek Revitalisasi TIM PT Jakpro, Luky Ismiyanti, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, renovasi Planetarium masuk dalam rencana pembangunan tahap kedua. "Saat ini, desain fase kedua memang baru dimulai untuk digarap," kata Luky.

Itu sebabnya, detail desain renovasi Planetarium belum dapat diberikan kepada pihak pengelola. "Memang kita belum share desainnya ke pengelola planetarium karena masih proses desain," ujar Luky Ismiyanti.

Kendati demikian, lanjut Luky, gambaran asal desain Planetariun telah dipaparkan dalam FGD yang juga dihadiri oleh pihak pengelola Planetarium.

"Kalau gambaran awal desain planetarium sudah pernah kita paparkan saat FGD. Tapi detail desain (DED) memang masih proses ya. Dalam proses pembuatan detail desain (DED) kami nantinya pasti akan melibatkan pengelola untuk diskusi," papar Luky Ismiyanti.

Desain Planetarium sendiri, lanjut Luky, tidak boleh sembarangan. Karena itu, harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Tim Sidang Pemugaran. "Sudah ada surat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) tentang informasi Planetarium sebagai bangunan cagar budaya," terang Luky Ismiyanti.

Seperti diketahui, pihak pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta mengaku belum mengetahui perihal detail rencana revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, yang peresmiannya dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (3/7/2019) lalu.

Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo, mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan gambaran soal revitalisasi seperti apa yang akan dilakukan.

"Apakah hanya akan dipoles di bagian luarnya atau secara menyeluruh, kami belum tahu. Mudah-mudahan akan ada anggaran untuk perbaikan dan perawatan peralatan," kata Eko Wahyu Wibowo.

Revitalisasi kawasan TIM rencananya akan dilakukan dalam dua tahap. Fase pertama adalah pembangunan fasilitas baru seperti Plaza Graha Bhakti Budaya, masjid Amir Hamzah, hotel, pusat kuliner, galeri seni, gedung perpustakaan dan pos pemadam kebakaran. Sedangkan fase kedua mencakup asrama seni budaya, theater arena, dan sejumlah renovasi pada gedung planetarium.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon