Surya Paloh: Indonesia Hampir Penuhi Syarat Menjadi Negara Maju

Kamis, 18 Juli 2019 | 16:07 WIB
YS
FB
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: FMB
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menerima penghargaan Bintang Astha Hannas di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Astha Hannas, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (18/7/2019).
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menerima penghargaan Bintang Astha Hannas di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Astha Hannas, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (18/7/2019). (Suara Pembaruan/Yeremia Sukoyo)

Subang, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menilai, bangsa Indonesia sudah memenuhi banyak persyaratan untuk menjadi bangsa yang maju dan besar. Selain memiliki wilayah yang cukup luas, Indonesia juga memiliki posisi yang cukup strategis dan penduduk usia produktif yang cukup banyak.

"Hampir semua persyaratan yang memang dibutuhkan untuk memenuhi kualifikasi sebagai suatu bangsa yang besar telah kita miliki," kata Surya Paloh, sesaat setelah menerima penghargaan Bintang Astha Hannas di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Astha Hannas, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (18/7/2019).

Namun demikian, menurut Surya, untuk menjadi sebuah bangsa yang besar ada satu persyaratan lagi yang belum terpenuhi yakni mentalitas. Persyaratan ini merupakan syarat penting untuk menuju bangsa yang besar.

"Semua persyaratan telah terpenuhi tapi ada satu persyaratan yang masih tertinggal. Untuk menjadikan negara kita makin besar, persyaratan ini amat penting. Yaitu adalah mentalitas, cara berpikir kita, pola bertindak kita, pola perilaku kita yang belum kita selesaikan," ujar Surya.

Menurut Surya, perilaku dan mentalitas itulah yang saat ini sangat dibutuhkan Indonesia agar dapat menjadi bangsa yang besar. Jika mentalitas dapat diperbaiki, maka dirinya meyakini masih ada peluang bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju.

"Indonesia punya peluang untuk maju. Tinggal kita mau atau tidak membuat negeri ini berdiri tegak. Dengan begitu akan tersenyum para proklamator yang telah mempertaruhkan seluruh jiwa dan raganya untuk menghadirkan proklamasi kemerdekaan kepada kita," ucap Surya.

Ketua Dewan Pembina Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Bapak Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, mengingatkan, saat ini upaya-upaya penguatan kebangsaan nyaris tidak terdengar dalam pembangunan nasional.

"Sehingga saat ini tepat jika pemerintah meletakkan dasar-dasar revolusi mental. Seluruh lapisan kader bangsa, baik pejabat politik maupun karier seperti ASN wajib memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia melalui gerakan revolusi mental," kata Ermaya Suradinata. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon