Polri Buru Tokoh Pengendali ISIS-JAD
Selasa, 23 Juli 2019 | 15:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri telah memastikan jika pelaku serangan bom bunuh diri di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina pada Januari 2019 lalu diduga kuat berasal dari Indonesia. Pelaku diduga adalah mantan pendukung ISIS yang berafiliasi dengan JAD.
Polri juga mengumumkan pihaknya memburu seseorang bernama Saefulah alias Dahniel alias Chaniago. Lelaki yang merupakan mantan penjaga perpustakaan di Ponpes Ibnu Masud di Jawa Barat itu saat ini diyakini berada di Kurasan, Afganistan.
"Dialah pengendalinya, master mindnya. Yang bersangkutan sudah diterbitkan DPO oleh Densus 88 dan diduga berada di Kurasan, Afganistan pasca kekalahan ISIS di Suriah," kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (23/7/2019).
Menurut Dedi, Kurasan adalah daerah abu-abu yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah setempat. Saefulah mengontrol jaringan JAD tanah air seperti Yoga (JAD Kaltim) yang ditangkap Juni 2019 di Malaysia.
Juga pengendali seorang bendahara bernama M Novendri di Padang.
Densus 88 bekerja sama dengan beberapa kepolisian di beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, Afganistan, Australia, dan Amerika Serikat untuk membekuk Saefullah.
"Dia menerima sekitar 12 kiriman dana dari orang di negara Trinidad Tobago, Maldives, Venezuela, Jerman, dan Malaysia. Mulai Maret 2016 sampai September 2017. Jumlahhnya sekitar USD 28 ribu atau Rp 413 juta menggunakan Western Union," urainya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




