Pengamat: Airlangga Sudah Pimpin Golkar di Jalur yang Benar
Rabu, 31 Juli 2019 | 11:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Airlangga Hartarto dinilai telah memimpin Partai Golkar (PG) berada pada jalur yang benar (on the track). Karena itu, kepemimpinannya layak untuk dilanjutkan dalam lima tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Direktur Ekesekutif Parasyndicate, Ari Nurcahyo dalam diskusi bertema "Siapa Layak di Pucuk Beringin?" di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Ia menjelaskan kepemimpinan on the track adalah membawa Golkar sesuai filosofi dan ideologinya yaitu karya-kekaryaan. Dengan ideologi itu, ciri Golkar adalah selalu bergabung bersama pemerintah karena Golkar mempunyai filosofi terlibat aktif dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, sejak era reformasi, Golkar memang kehilangan roh politik yaitu sifat karya-kekaryaan. Dalam beberapa kali Pemilu, Golkar seperti ingin mencari jati diri baru. Hal itu seiring perkembangan politik dan demokrasi di Tanah Air.
Namun upaya mencari jati diri itu membuatnya jauh dari roh politik yang sudah dimiliki Golkar sejak lama. Saat ini, di bawah kepemimpinan Airlangga, roh politik berupa ciri karya-kekaryaan itu mulai mengakar kembali.
"Ke depan tinggal bagaimana bisa menjadi pemenang Pemilu 2024 dan bisa mengusung capres atau cawapres dari kader sendiri," ujar Ari.
Menurutnya, sejak reformasi, Golkar hanya menjadi pendukung pasangan capres-cawapres. Tahun 2024, Golkar harus punya peluang politik untuk menyiapkan kader terbaiknya sebagai capres dan cawapres.
"Siapa kader terbaik itu? Tentu ketum terpilih nanti. Saya pikir existing sekarang Airlangga berpotensi katakanlah memimpin lima tahun ke depan tetapi punya potensi juga menjadi capres tahun 2024," tegasnya.
Sementara Wasekjen Golkar Christina Aryani menghargai pihak-pihak yang maju menjadi calon ketua umum. Partai Golkar memiliki kader hebat yang bisa memimpin partai nantinya.
Dia menegaskan, secara internal, Golkar mendorong siapa pun kader yang ingin menjadi caketum. Namun harus bersaing secara sehat dan jujur.
"Semua terbuka. Nanti munas dibuka Desember, semua kita dorong untuk maju. Ada teman saya, Mensos (Agus Gumiwang), juga potensi untuk maju. Ada Bambang Soesatyo (Bamsoet) punya potensi untuk maju. Ada Ridwan Hisjam," ujar Christina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




