Kabut Asap Mulai Ganggu Kesehatan Warga Pekanbaru

Minggu, 4 Agustus 2019 | 08:36 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran hutan.
Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran hutan. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Pekanbaru, Beritasatu.com - Warga Kota Pekanbaru, Riau mengeluhkan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengganggu kesehatan dan aktivitas keseharian.

Seorang warga Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Wati, di Pekanbaru, Minggu (4/8/2019) mengatakan dua di antara tiga anaknya menderita batuk selama dua hari terakhir. "Bahkan anak pertama saya suaranya sudah serak, padahal dia tidak jajan es di sekolahan," kata Wati.

Dia menduga gangguan kesehatan tersebut, disebabkan asap kebakaran hutan dan lahan.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah, dia mengenakan masker jika keluar rumah.

Dia menuturkan dampak asap akan lebih terasa pada pagi hari hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Selama kurun waktu itu, aroma asap menyengat.

Dia berharap, kebakaran hutan dan lahan bisa teratasi. "Kalau ada orang atau pihak tertentu sengaja membakar lahan, tangkap saja jangan diberi ampun karena dampaknya merugikan jutaan orang," kata Wati.

Pada kesempatan sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Riau menurunkan personel untuk membagikan masker kepada warga. "Kita ada persediaan 10.000 masker, dan kita bagikan secara gratis untuk masyarakat," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Riau Yohanes.

Petugas Dinas Kesehatan membagi ke sejumlah lokasi di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambussai, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Yos Sudarso. Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, mobil, dan pejalan kaki.

Selain membagikan masker, petugas juga mengedukasi warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Pihaknya akan langsung turun ke lapangan apabila kabut asap kembali menyelimuti Pekanbaru. Kabut asap sifatnya dinamis dan biasanya muncul pada pagi hari.

Di Kota Pekanbaru hingga saat ini terdapat sekitar 700 penderita infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh polusi asap di ibu kota Provinsi Riau itu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon