Megawati Mampu Menjaga Soliditas PDIP

Jumat, 9 Agustus 2019 | 11:41 WIB
RW
FB
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FMB
Presiden RI Joko Widodo,  bersama Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Ma’ruf Amin serta Ketua umum Megawati Soekarnoputri, dan Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, menghadiri pembukaan Kongres ke V PDI Perjuangan di Sanur, Bali, Kamis 8 Agustus 2019.
Presiden RI Joko Widodo, bersama Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Ma’ruf Amin serta Ketua umum Megawati Soekarnoputri, dan Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, menghadiri pembukaan Kongres ke V PDI Perjuangan di Sanur, Bali, Kamis 8 Agustus 2019. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat komunikasi politik Arif Susanto mengemukakan Megawati Soekarnoputri tampil sebagai politikus paling senior sekaligus paling lama memimpin suatu partai. Hal itu setelah Megawati ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDIP periode 2019-2024.

"Penetapan itu tidak lepas dari keberhasilan Megawati membawa PDIP sebagai partai pertama yang memenangi Pemilu berturut-turut pada 2014 dan 2019 dihitung sejak Pemilu 1999," kata Arif di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Ia menjelaskan sebagai solidarity maker, Megawati menjaga soliditas PDIP, termasuk melewati masa sulit kekalahan dalam Pemilu dan potensi perpecahan. Megawati memiliki pula kelenturan berelasi dengan kawan maupun lawan politik. Sejauh ini, Megawati juga mampu mendistribusikan sumber daya kekuasaan secara relatif proporsional sehingga tidak menggoyahkan dukungan terhadapnya.

Dia melihat‎ kepemimpinan Megawati akan menghadapi tantangan berbeda dalam lima tahun ke depan. Selain berdamai dengan tuntutan alamiah regenerasi politik, Megawati juga perlu melakukan modernisasi partai agar semakin otonom dan tidak bergantung pada figur tertentu. Tantangan lain adalah memperbaiki mekanisme kaderisasi dan rekrutmen politik untuk kandidasi dalam perhelatan Pemilu.

"PDIP perlu membuat berbagai terobosan untuk menghadirkan alternatif kebijakan serta kepeloporan dalam penyusunan Undang-undang. Pada saat bersamaan, pemasaran politik yang lebih cerdas serta substansial dibutuhkan untuk dapat menarik dukungan dari kelompok muda, yang akan menjadi bagian dominan suara pemilih dalam sedikitnya dua Pemilu mendatang," jelas Arif yang juga analis politik dari Exposit Strategic.

Dia menambahkan‎ pemihakan terhadap agenda publik juga akan menegaskan eksistensi PDIP sebagai partainya wong cilik. Pembenahan dan konsistensi semacam ini yang dibutuhkan Megawati untuk dapat terus memelihara dominasi PDIP pada Pemilu mendatang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon