OSO: Indonesia Butuh Komitmen Pemuda Untuk Jaga NKRI

Selasa, 27 Agustus 2019 | 00:02 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ketua DPD Oesman Sapta Odang saat menerima audiensi Gerakan Rakyat Cinta  Indonesia di kantornya, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, 26 Agustus 2019.
Ketua DPD Oesman Sapta Odang saat menerima audiensi Gerakan Rakyat Cinta Indonesia di kantornya, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, 26 Agustus 2019. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengapresiasi komitmen gerakan pemuda untuk bersatu dan menjaga NKRI. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) di Ruang Delegasi Ketua DPD RI, Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Senin (26/8/2019).

Oesman Sapta mengatakan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, karena setiap orang memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda-beda dalam menyikapi persoalan bangsa. Namun, ia mengaku bangga dengan pemuda yang dapat secara tegas menyampaikan komitmennya untuk berjuang menjaga keutuhan NKRI.

"Komitmen menjaga keutuhan bangsa tidak gampang dilaksanakan, karena kita berbeda pikiran dan rasa. Saya bangga dalam kondisi saat ini, masih ada anak bangsa yang berani memberi pernyataan tegas bahwa saya adalah anak bangsa. Ini adalah kebangkitan NKRI. Di sinilah komitmen Anda semua adalah komitmen yang sejati," ujar senator asal Kalimantan Barat ini dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut, OSO berharap komitmen yang sama juga dapat menggugah generasi muda lainnya untuk mau bersatu padu menjaga keutuhan bangsa, mengingat saat ini banyak juga generasi muda yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saudara NKRI, saudara Pancasila, begitu juga dengan saya. Saya berharap generasi muda lainnya di luar sana dapat tergugah dan bersama-sama membangun bangsa dan menjaga keutuhan NKRI," tambahnya.

Ketua Umum Gercin Hendrik Yance Udam mengatakan Pancasila sebagai ideologi sudah final sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

"Kehadiran Gercin merupakan upaya untuk memperkuat posisi politik NKRI bahwa Pancasila telah final sebagai ideologi bangsa. Proses perjuangan bukan hanya tugas pemerintah tapi juga semua elemen masyarakat," ujar Hendrik.

Terkait peristiwa yang dialami masyarakat Papua di Surabaya, Hendrik menyatakan, kondisi Indonesia akan sangat rumit, karena akan dihadapkan dengan berbagai kepentingan.

"Papua memang sedang berkonflik, tapi saya tampil dari Papua sebagai anak bangsa menyatakan bahwa sudah final adalah Papua bagian dari negara ini," tegasnya.

"Situasi Papua dalam keadaan kondusif, peristiwa Papua adalah oknum tapi intinya saya Papua, saya hitam dan saya Indonesia. Saya berharap oknum tersebut diproses secara hukum, supaya terobati luka masyarakat Papua."



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon