1.757 Hektare Tanaman Pangan di Bengkulu Terancam Puso Akibat Kekeringan
Rabu, 28 Agustus 2019 | 07:48 WIB
Bengkulu, Beritasatu.com - Sekitar 1.757 hektare tanaman pangan terdiri dari padi dan jagung di Provinsi Bengkulu, terancam puso karena kekeringan. Tanaman pangan yang kekeringan ini berumur 1-2 bulan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu.
"Data sementara yang masuk ke Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Bengkulu, ada seluas 1.757 hektare tanaman pangan mengalami kekeringan akibat musim kemarau melanda daerah ini," kata Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan, di Bengkulu, Selasa (27/8/2019).
Dijelaskan, tanaman pangan yang mengalami kekeringan itu, meliputi tanaman padi seluas 1.640 hektare dan tanaman jagung seluas 117 hektare. "Tanaman pangan yang terancam puso karena kekeringan ini tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu," ujarnya.
Tanaman padi yang mengalami kekeringan paling luas di Bengkulu berada di wilayah Bengkulu Utara sekitar 1.000 hektare, menyusul Bengkulu Tengah untuk padi dan jagung seluas 539 hektare. Sedangkan sisanya seluas 238 hektare lagi, tersebar di beberapa kabupaten dan kota lainnya di Bengkulu.
Tananam pangan yang kekeringan tersebut, sebagian besar ditanam di lahan tadah hujan. Sedangkan lahan irigasi yang kekerigan jumlah relatif sedikit karena hingga saat ini masih lancar mendapatkan pasokan air dari irigasi setempat.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas TPHP Bengkulu, mengimbau petani agar berhemat menggunakan air irigasi dalam mengairi sawahnya mengingat musim kemarau akan berlanjut hingga September mendatang.
Dengan berhemat menggunakan air irigasi meski kemarau masih berlanjut hingga September mendatang, kata Ricky tanaman padi dan tanaman pangan lainnya milik petani masih mendapat pasokan air setiap hari dari irigasi bersangkutan.
Dengan demikian, para petani di Bengkulu, akan terhindar dari ancaman gagal panen alias puso kecuali tanaman pangan yang ditanam dilahan tadah hujan sulit untuk diselamatkan dari gagal panen.
Pasalnya, hampir sebagian besar lahan tadah hujan di Bengkulu, tidak memiliki sumber air di sekitarnya, sehingga tidak bisa menyedot air sungai menggunakan pompa air untuk menyirami tanaman pangan yang kekeringan tersebut.
Karena itu, sulit menghindari tanaman pangan di lahan tadah hujan dari ancaman puso pada musim kemarau, seperti yang terjadi sekarang. "Kita berdoa dan berharap dalam waktu dekat hujan segera turun sehingga tanaman padi yang kekeringan kembali menghijau setelah mendapat siraman air hujan," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Kabid Tanaman Pangan, Dinas TPHP Bengkulu, Sri Herlin Despita. Ia mengatakan, kemungkinan luas tanaman pangan yang kekeringan di Bengkulu, akan bertambah karena musim kemarau masih berlanjut.
"Luas tanaman pangan di Bengkulu, yang kekeringan tersebut kemungkinan bisa bertambah dari yang terjadi sekarang 1.757 hektare mengingat musim kemarau di daerah ini akan berlanjut hingga bulan September," ujarnya.
Menyikapi masalah ini, katanya Dinas TPHP Bengkulu, akan memberikan bantuan mesin pompa air kepada petani yang sawah mengalami kekeringan melalui kelompok tani yang ada di daerah setempat.
Bantuan ini diberikan pemerintah, katanya untuk menyelamatkan tanaman pangan milik para petani di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu, agar terhindar dari gagal panen alias puso pada musim kemarau tahun ini.
"Kasihan petani mau makan apa kalau sampai tanaman pangan yang mereka tanam gagal panen karena kekeringan. Tidak hanya itu, petani akan mengalami kerugian besar karena modal yang mereka keluar tidak kembali akibat gagal panen karena kekeringan," ujarnya.
Sri Herlin menambahkan, sejak musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Bengkulu, menyebabkan sebagian petani di daerah ini menjadi pengangguran, karena lahan mereka tidak bisa digarap akibat kekeringan.
"Kita berdoa saja kepada Allah Swt agar hujan segera turun di Bengkulu, sehingga tanaman pangan milik petani yang mengalami kekeringan kembali menghijau sehingga terhindar dari gagal panen alias puso," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




