Bantah 6 Meninggal di Deiyai, Polri: Yang Tewas 3 Orang
Rabu, 28 Agustus 2019 | 22:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com— Polisi membantah ada enam korban tewas dalam unjuk rasa di Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019). Adapun yang benar adalah tiga orang meninggal akibat bentrok yang dipicu perilaku rasis di Surabaya itu.
Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal kejadian memilukan itu terjadi pada pukul 13.00 WIT bertempat di halaman kantor Bupati Deiyai. Awalnya ada sekitar 100 orang melakukan demo damai di halaman kantor Bupati. Setelah 1 jam melakukan orasi, situasi masih terkendali sembari menunggu kehadiran Bupati Deiyai.
Kemudian pada pukul 14.00 WIT, tiba-tiba sekitar 1.000 orang dengan senjata tajam seperti panah, tombak dan parang datang bergabung dengan pendemo yang sudah ada sebelumnya sambil menari Waita (tarian adat perang).
"Mereka lalu melakukan pelemparan batu kepada aparat yang sedang melaksanakan pengamanan serta memprovokasi dengan teriakan-teriakan, namun anggota yang melaksanakan pengamanan tidak terprovokasi," imbuh Ahmad Mustofa Kamal.
Massa juga melakukan penyerangan dan penganiayaan kepada anggota TNI yang berada di mobil di samping kantor Bupati Deiyai. Anggota yang sedang melaksanakan pengamanan berupaya menghentikan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh massa.
"Namun terjadi perlawanan secara membabi buta dengan menggunakan alat tajam yang sudah dibawa sebelumnya. Kemudian massa memanah dan melempar batu anggota yang sedang melaksankan pengamanan di halaman kantor Bupati Deiyai bahkan terdengar suara tembakan dari arah massa, sehingga anggota membalas tembakan itu," urai Ahmad Mustofa Kamal
Akibat kejadian tersebut enam anggota TNI-Polri menjadi korban (TNI dua orang dan Polri dua orang). Perinciannya satu personel TNI meninggal dunia, satu personel TNI terkena panah, satu personel Brimob kena panah dan tiga personel Samapta Polres Paniai kena panah.
Sedangkan dari pihak massa dua orang meninggal dunia, yakni satu orang massa kena tembakan di kaki dan meninggal dunia di RS Enarotali. Sementara satu orang massa meninggal dunia kena panah di perut di halaman kantor Bupati Deiyai.
Semua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Enarotali untuk mendapatkan perawatan. Saat ini situasi di Kabupaten Deiyai sudah aman dan kondusif.
Bupati dan Forkopimda Deiyai sedang melaksanakan rapat untuk mengimbau massa agar tidak melakukan aksi anarkis pascaunjuk rasa hari ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




