Kota Jambi Kembali Diselimuti Asap, Kualitas Udara Memburuk

Selasa, 3 September 2019 | 09:54 WIB
RS
JS
Penulis: Radesman Saragih | Editor: JAS
Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran hutan.
Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran hutan. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Jambi, Beritasatu.com - Wilayah Kota Jambi yang sudah sempat cerah sepekan terakhir, kembali diselimuti asap Selasa (3/9/2019) pagi. Munculnya asap tersebut menyebabkan kualitas udara di kota itu kembali memburuk. Bau asap yang menyengat terasa hingga ke dalam rumah. Namun asap tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi di Kota Jambi, Selasa (3/9/2019) mengatakan, partikel pencemaran udara di Kota Jambi sejak Senin (2/9/2019) hingga Selasa pagi mencapai 180 parameter per million (ppm) atau masuk kategori udara tidak sehat. Partikel pencemaran udara tersebut meningkat akibat munculnya kembali asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Jambi sejak Minggu (1/9/2019).

"Partikel pencemaran udara yang kami catat sejak Minggu (1/9/2019) meningkat 2,5 parameter partikel sehari. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara tidak sehat. Karena itu kami mengimbau warga yang melakukan aktivitas di luar rumah menggunakan masker," katanya.

Menurut Ardi, munculnya kembali asap di Kota Jambi disebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kabupaten yang dekat dengan Kota Jambi. Karhutla tersebut antara lain terjadi di Kabupaten Batanghari, Muarojambi, Tanjungjabung Timur, dan Kabupaten Musi Bantuasin, Sumatera Selatan.

Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Makmun mengatakan, karhutla masih terjadi di Kabupaten Batanghari. Karhutla tersebut muncul kembali Jumat (30/8/2019) menyusul berhentinya hujan. Karhutla di Batanghari sempat padam Senin-Kamis (26-29/8) berkat turunnya hujan di daerah itu.

Dijelaskan, karhutla di Kabupaten Batanghari selama musim kemarau cukup luas, yakni mencapai 313,29 hektare (ha). Sedangkan titik api yang muncul di daerah itu selama musim kemarau mencapai 127 titik. Karhutla di Batanghari tidak hanya di lahan masyarakat, tetapi juga di kawasan taman hutan raya (tahura).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon