Terjunkan Tim Asessmen
Kemsos Bantu Korban Kerusuhan Papua
Rabu, 4 September 2019 | 22:59 WIB
Sorong, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemsos) menerjunkan tim untuk melakukan assesmen dan membantu korban kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu.
"Saya mendapat penugasan dari Menteri Sosial, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita untuk meninjau langsung dampak kerusuhan sosial yang terjadi di Papua maupun Papua Barat," ujar Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat di Sorong Papua Barat, Selasa (3/9/2019).
Harry mengatakan pihaknya mempunyai tanggung jawab karena ada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial. Kerusuhan sosial sudah tentu termasuk salah satu dari jenis bencana sosial.
"Atas dasar Undang-undang Nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial, Kementerian Sosial mempunyai tanggung jawab untuk memberikan santunan, bantuan sosial, maupun layanan psikososial bagi para korban," ujar Harry.
Disebutkan, tim Kemsos melakukan asesmen terhadap para korban untuk mengetahui dampak yang diakibatkan dari kerusuhan,
"Kami melihat fakta ada warga masyarakat yang sebetulnya mungkin tidak bersinggungan dengan kerusuhan yang terjadi, tetapi menjadi korban," ujarnya.
Sebelum keliling Kota Sorong, Harry menyempatkan menemui salah satu korban yang masih duduk di bangku setingkat SMP yang dipukul menggunakan martil oleh pelaku kerusuhan.
"Ada seorang anak yang terkena pukulan ketika kerusuhan terjadi, sehingga mengalami luka cukup berat dan harus dioperasi hidungnya. Korban sudah mendapatkan 15 jahitan, tinggal menunggu operasi hidungnya," ungkap Harry.
Dalam kesempatan itu pihaknya menyerahkan santunan luka kepada korban senilai Rp 5 juta sebagai upaya Kemsos meringankan beban bagi korban.
Operasi ini butuh biaya karena dari BPJS tidak memberikan jaminan untuk pengobatan atas korban yang diakibatkan oleh kerusuhan, yang merupakan ulah manusia.
Setelah itu Harry berkeliling Kota Sorong bersama Kepala Dinas Sosial Kota Sorong Gamar Malabar dan jajarannya.
"Kita akan melakukan identifikasi, sudah tentu bekerja sama dengan Dinas Sosial, yang saat ini hadir bersama saya," tuturnya.
Pihaknya meminta Dinas Sosial kabupaten/kota di wilayah Papua dan Papua Barat segera mengidentifikasi usaha kecil menengah (UKM) yang terdampak, yang saat ini mungkin bangunan untuk usaha maupun peralatan usahanya rusak berat atau tidak bisa digunakan lagi akibat dibakar saat kerusuhan.
Data sementara yang berhasil dihimpun tim Kemsos, jumlah usaha mikro dan kecil di Jayapura yang terdampak sebanyak 224 unit, Manokwari 165 unit, dan Sorong 30 unit. Sementara Untuk daerah lain masih dilakukan pendataan.
"Sudah tentu mereka menjadi kehilangan mata pencaharian, kehilangan nafkah yang menjadi andalan selama ini. Kita tidak menginginkan akibat kerusuhan itu muncul keluarga-keluarga miskin baru. Ini yang mesti kita perhatikan," tegas Harry.
Pihaknya akan segera membantu para korban agar segera pulih, walaupun bantuan dari Kemsos itu dalam bentuk bantuan stimulan untuk memulai usaha baru atau meneruskan usaha yang ada, maksimal Rp 5 juta rupiah per kelompok usaha.
Sedangkan untuk korban yang meninggal, menurut Harry ahli warisnya akan mendapat santunan Rp 15 juta, dan untuk korban luka maksimal Rp 5 juta.
Bagi yang rumahnya rusak, Kemsos juga akan memberi bantuan stimulan bahan bangunan rumah. "Untuk rumah rusak dari keluarga yang berpenghasilan rendah atau miskin, Kemsos akan memberikan bantuan maksimal 25 juta," tuturnya.
Jadi pihaknya akan memastikan siapa saja di antara para korban yang layak mendapatkan bantuan. "Sudah tentu kami juga memperhatikan asas keadilan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




