Ibu-ibu Bhayangkari Harus Lindungi Anaknya dari Radikalisme
Rabu, 4 September 2019 | 23:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ibu-ibu Bhayangkari memiliki peran besar untuk dapat mendidik, menjaga, dan melindungi anak-anaknya agar tidak mudah terpengaruh radikalisme dan terorisme, utamanya yang disebarkan melalui dunia maya.
Hal tersebut diugkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius, saat menjadi pembicara pada acara talk show mengenai Bahaya Radikalisme yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Bhayangkari Polri dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-67 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Rabu (4/9/2019).
"Radikalisme ini masalah ideologi, tidak cuma kepada orang biasa saja, semuanya bisa terpapar kalau kita tidak siap untuk menghadapi itu. Perempuan dan anak-anak sekarang juga sudah disentuh. Oleh sebab itu kewaspadaan harus ditingkatkan oleh ibu-ibu Bhayangkari," ujar Suhardi dalam keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com.
Kepala BNPT juga memaparkan secara gamblang mengenai bagaimana pola yang dilakukan para kelompok terorisme merekrut para anggotanya, termasuk melalui lingkungan pendidikan.
"Radikalisme ini sudah ada di sekeliling kita, mereka juga sudah masuk ke lingkungan pendidikan. Tidak hanya perguruan tinggi saja yang mereka incar. PAUD (pendidikan anak usia dini) juga mereka incar. Untuk itu sekarang ini kami beri tahu cara mengidentifikasinya dan bagaimana cara kita untuk membantu mereduksi dan bahkan bisa menghilangkannya," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




