Tidak Berpolitik
Golkar Tak Mau Spekulasi Politik di Balik Korupsi Alquran
Senin, 2 Juli 2012 | 16:52 WIB
Serangan balik Partai Demokrat yang terlebih dahulu diobok-obok KPK
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Aziz Syamsuddin, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak sedang berpolitik ketika mengumumkan Politisi Golkar Zulkarnaen Djabar (ZD), sebagai tersangka korupsi pengadaan Alquran.
Walau pengumuman tersangka itu dilaksanakan di tengah pendeklarasian Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebagai capres 2014, namun Golkar menilai pandangan bahwa KPK berpolitik tak tepat.
"Pandangan Golkar tidak seperti itu. Azasnya equality before law, kita hormati kok, enggak ada masalah. Dan itu yang dipanggil kan pribadi, personal, bukan sebagai anggota fraksi, bukan anggota partai," kata Aziz, yang juga Ketua DPP Golkar, di Jakarta, Senin (2/7).
Dia melanjutkan, bahwa bagi mereka, sepanjang fakta hukumnya kuat, KPK akan dipersilahkan melanjutkan proses hukum kasus itu.
Mereka tak berpikir bahwa itu adalah serangan balik Partai Demokrat yang terlebih dahulu diobok-obok KPK terkait kasus korupsi Nazaruddin.
"Ini kan ada asas praduga tak bersalah, belum tentu dia terbukti bersalah," tandasnya.
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Aziz Syamsuddin, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak sedang berpolitik ketika mengumumkan Politisi Golkar Zulkarnaen Djabar (ZD), sebagai tersangka korupsi pengadaan Alquran.
Walau pengumuman tersangka itu dilaksanakan di tengah pendeklarasian Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebagai capres 2014, namun Golkar menilai pandangan bahwa KPK berpolitik tak tepat.
"Pandangan Golkar tidak seperti itu. Azasnya equality before law, kita hormati kok, enggak ada masalah. Dan itu yang dipanggil kan pribadi, personal, bukan sebagai anggota fraksi, bukan anggota partai," kata Aziz, yang juga Ketua DPP Golkar, di Jakarta, Senin (2/7).
Dia melanjutkan, bahwa bagi mereka, sepanjang fakta hukumnya kuat, KPK akan dipersilahkan melanjutkan proses hukum kasus itu.
Mereka tak berpikir bahwa itu adalah serangan balik Partai Demokrat yang terlebih dahulu diobok-obok KPK terkait kasus korupsi Nazaruddin.
"Ini kan ada asas praduga tak bersalah, belum tentu dia terbukti bersalah," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




