Lahan Gambut di Mukomuko Mulai Terbakar
Jumat, 20 September 2019 | 15:42 WIB
Bengkulu, Beritasatu.com - Lahan gambut di Desa Ujung Karang, Kecamatan Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mulai terbakar, menyusul musim kemarau masih berlanjut di daerah ini.
Data sementara luas lahan gambut yang terbakar di Mukomuko tercatat 7 hektare. Diperkirakan lahan gambut yang terkabar ini akan terus meluas karena api sulit dipadamkan petugas BPBD dan instasi terkait di Mukomuko.
Kepala BPBD Mukomuko, Syahrizal, di Bengkulu, Kamis (19/9/2019) mengatakan, tidak api yang muncul dan membakar lahan gambut di daerah ini terjadi pada Minggu (15/9/2019) lalu dan sampai kini lahan gambut terbakat tercatat 7 hektare.
Lahan gambut yang terbakar tersebut, diperkirakan akan terus meluas karena titik api sulit dipadamkan karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi. Sedangkan sumber air di lokasi kebakar tidak tersedia.
Hal ini menyebabkan pemadaman titik api yang membakar lahan gambut di Kabupaten Mukomuko hanya menggunakan alat seadanya. Sejumlah instansi di Mukomuko telah dilibatkan dalam pemadaman api tersebut, di antaranya BPBD, Kodim 0428, Polres, Dinas Kehutanan, Dinas Damkar dan Satpol PP, masyarakat dan anggota Karang Taruna Desa Ujung Padang.
Untuk memadamkan api yang membakar lahan gambut tersebut, Pemkab Mukomuko telah mengerahkan 2 unit alat berat ke lokasi kebakaran. Satu dari alat berat tersebut, sudah beroperasi memadamkan api.
Sedangkan 1 unit alat berat lagi sudah tiba di lokasi dan segera dioperasikan secepat, sehingga api yang membakar lahan gambut segera dipadamkan. Akibat, kebakaran lahan gambut tersebut, sebagian wilayah Mukomuko sudah mulai diselimuti kabut asap.
Kabut asap tersebut belum menganggu jarak pandang baik dipagi hari maupun sore hari, karena kabut asap masih tipis. Namun, jika titik api membakar gambut tidak bisa dihentikan dalam waktu dekat, maka kabut asap melanda daerah ini akan meluas dan tebal dari sebelumnya.
Syafrizal menambahkan, alat berat diturunkan untuk membuat siring-siring agar api tidak meluas. Sering yang dibuat dengan kedalaman 1,5 meter dan lebar 1 meter itu, langsung diisi air, sehinga api tidak bisa menjalar lahan lainnya.
Untuk mengalirkan air ke dalam siring tersebut, BPBD Mukomuko telah menyediakan 4 unit pompa air untuk menyebot air dari sumber air yang ada di sekitarnya, dan menyiapkan mobil pemadam kebakaran.
"Kita berharap dari upaya ini titik api yang membakar lahan gambut di Mukomuko dapat dipadamkan secepatnya, sehingga lahan gambut yang terbakar tidak bertambah luas dari yang terbakar sekarang sekitar 7 hektare," ujarnya.
Kapolres Mukomuko, AKBP Yayat Ruhiyat mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar alat berat segera ditambah di lokasi kebakaran. Alat tersebut diperlukan selain untuk membuat siring juga akan diperlukan untuk membuat sumur.
Sebab, sumber air yang ada di lokasi kebakaran gambut semakin tipis, sehingga diperlukan membuat sumur baru, agar airnya lebih banyak lagi. "Sekarang kita mulia kesulitan air untuk memadamkan api, karena sumber air sudah mulia kering, " ujarnya.
Untuk mengatasi kesulitan air ini, katanya harus membuat sumur baru agar air yang didapat lebih banyak lagi, sehingga titik api yang membar gambut dapat dipadamkan secepatnya, kata Kapolres Mukomuko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




