Terduga Teroris di Kota Bekasi Tak Dikenal Warga

Senin, 23 September 2019 | 18:21 WIB
MN
YD
Penulis: Mikael Niman | Editor: YUD
Rumah terduga teroris AS di Kampung Rawa Aren, RT 07/RW 02, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, berpagar cat putih.
Rumah terduga teroris AS di Kampung Rawa Aren, RT 07/RW 02, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, berpagar cat putih. (BeritaSatu Photo)

Bekasi, Beritasatu.com - Jaringan teroris Jamaah Ansharu Daulah (JAD) yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Kampung Rawa Aren, Jalan Aren Jaya II RT 07/RW 02 Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, tak dikenal oleh warga. Tetapi, orangtua terduga teroris Awal Sapto Hadi (AS) bernama Zaenudin, dikenal dekat dengan warga sekitar.

"Kami malah tidak mengenal dia (Awal), tetapi yang dikenal warga adalah bapaknya, Pak Zaenudin," ujar Ketua RT 07, Denny Suwarto, Senin (23/9/2019).

Meski begitu, kata dia, warga sekitar mengaku kaget dan tidak menyangka, anak Zaenudin, diamankan Densus 88 Antiteror, tadi pagi. ‎"Kami kaget banget," tuturnya.

Saat penagkapan, kata dia, Tim Densus 88 sejak pukul 05.00 WIB tadi, ‎sudah mengepung rumah terduga teroris AS. Bahkan, Ketua RT 07 sudah diberitahu akan ada penangkapan terhadap salah satu warganya. Terduga teroris AS masih berusia sekitar 23 tahun dan baru melangsungkan pernikahan dengan gadis asal Lampung. Keduanya kini menetap di rumah Zaenudin, di Kampung Rawa Aren, Bekasi Timur.

"Sekitar pukul 07.00 WIB tadi, Polisi membawa AS, saya masuk ke dalam melihat barang-barang yang dibawa polisi," tuturnya.

Barang-barang dibawa berupa berupa tas samping, telepon seluler, KTP, buku-buku. Tiba-tiba seorang ibu menerobos masuk ke dalam rumah saat penggeladahan Tim Densus 88 Antiteror. "Ibu-ibu ini, tidak percaya dengan penagkapan terhadap AS. Ibu ini merupakan tetangga AS, yang sudah mengenal secara dekat namun polisi menghalau keluar ibu tersebut," tuturnya.

Denny menuturkan, berdasarkan keterangan orangtua AS, sejak setahun terakhir ini AS kerap pulang pagi. AS diketahui mengikuti kegiatan di salah yayasan di Babelan, Kabupaten Bekasi.

"Dia sering mengaji di daerah Babelan, sejak setahun belakangan ini sering pulang pagi," tuturnya.

Di lokasi, polisi tidak memasang garis polisi, hanya membawa terduga teroris AS dan beberapa barang miliknya. [Mikael Niman]



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon