Perluasan Ganjil Genap, Penumpang MRT Naik 16,4%

Jumat, 27 September 2019 | 11:31 WIB
LT
JS
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JAS
Suasana di pintu menuju Stasiun MRT di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Suasana di pintu menuju Stasiun MRT di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Antara Foto/Asep Firmansyah)

Jakarta, Beritasatu.com – Penerapan kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui nomor pelat mobil ganjil genap sejak 9 September 2019, telah memberikan dampak positif pada kenaikan jumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Berdasarkan data PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, jumlah penumpang sebelum diterapkan kebijakan perluasan ganjil genap mencapai 105.295 orang per tanggal 6 September 2019.

Ketika, perluasan ganjil genap diterapkan, jumlah penumpang MRT Jakarta per 13 September 2019, atau empat hari setelah kebijakan itu diterapkan secara efektif, sempat mengalami penurunan. Dengan jumlah penumpang 103.970 orang atau 1,25 persen.

Kemudian jumlah penumpang mengalami peningkatan secara signifikan pada pekan kedua dan ketiga penerapan perluasanganjil genap.

Terlihat pada 20 September 2019, jumlah penumpan sudah mencapai 110.678 orang. Meningkat sebanyak 6,45 persen dibandingkan jumlah penumpang per 13 September 2019.

Lalu jumlah penumpang per 25 September 2019 sudah mencapai 121.076 orang. Atau meningkat sebesar 9,39 persen.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar mengatakan bila dilihat jumlah penumpang dari 13 September hingga 25 September, maka terjadi peningkatan cukup signifikan. Yakni mencapai 16,4 persen.

"Bahkan bila dilihat jumlah penumpang dari tanggal 1-25 September, terlihat mengalami peningkatan 12 persen bila dibandingkan dengan jumlah penumpang pada periode yang sama bulan Agustus 2019," kata William, Jumat (27/9/2019).

Dengan demikian, lanjut William Sabandar, penerapan perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan Jakarta berkontribusi besar terhadap peningkatan jumlah penumpang MRT Jakarta. "Jadi perluasan gage sangat berkontribusi untuk peningkatan jumlah penumpang MRT Jakarta. Dan ini sudah melebihi target penumpang 100.000 orang per hari," ujar William.

William mengatakan animo masyarakat menggunakan MRT sebagai moda transportasi cukup baik. Terlihat dari jumlah penumpang yang mengalami tren kenaikan. Bila pada Mei 2019, total jumlah penumpang 2,25 juta orang per bulan, maka pada bulan Juni meningkat mencapai 2,44 juta penumpang. Peningkatan juga terjadi pada bulan Juli yang mencapai 2,88 juta penumpang.

Namun di bulan Agustus mengalami penurunan sedikit, dengan jumlah penumpang mencapai 2,55 juta orang. Di bulan September, per 25 September, jumlah penumpang sudah mencapai 2,25 juta orang per bulan.

"Kalau kita lihat rata-rata jumlah penumpang per hari, hingga September ini sudah memcapai 90.386 orang per hari. Artinya, tinggal sedikit lagi langkah kami untuk mencapai target 100.000 penumpang per hari," terang William Sabandar.

Tren kenaikan jumlah penumpang ini, menurut William Sabandar terpengaruh dengan Key Performace Indicator (KPI) operasional MRT Jakarta. Yakni ketepatan waktu datang, ketepatan waktu tempuh kereta dan ketetapan waktu berhenti di stasiun MRT sudah mencapai 100 persen.

"Hingga September 2019 ini, sudah ada 5.085 perjalanan 100 perser berhasil dilakukan MRT Jakarta," ungkap William.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon