Menteri PU, Dirut Pertamina, dan Pak Raden Terima Anugerah ITB

Selasa, 3 Juli 2012 | 10:16 WIB
AC
B
Penulis: Antara/ Wisnu Cipto | Editor: B1
Tokoh dalam Film Si Unyil, Suyadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden beraksi dalam acara galang dana untuk 'Pak Raden' di kediamannya, Jalan Petamburan, Slipi, Jakarta Pusat
Tokoh dalam Film Si Unyil, Suyadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden beraksi dalam acara galang dana untuk 'Pak Raden' di kediamannya, Jalan Petamburan, Slipi, Jakarta Pusat
Mantan Wakil Ketua Pimpinan KPK Erry Riyana Hardjapamekas juga mendapat anugerah penghargaan Ganesa Wirya Jasa Utama.

Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto atas jasa dan prestasi Djoko Kirmanto sebagai Menteri PU.

Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan 92 tahun pendidikan tinggi teknik di Indonesia yang diselenggarakan di Aula Barat ITB, Bandung, hari ini, sekitar pukul 09.00 WIB.
 
Menurut informasi dari Bagian Humas dan Media ITB, penghargaan serupa diberikan juga kepada AR Soehoed yang pernah menjabat menteri perindustrian pada Kabinet Pembangunan III, Budi Yuwono Prawirosudirjo yang kini menjabat Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana.

Sedangkan, penghargaan Ganesa Wirya Jasa Utama diberikan kepada 14 tokoh masyarakat, yaitu mantan Wakil Ketua Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas yang dinilai telah menunjukkan jasa dan prestasi menonjol sebagai pendiri lembaga antikorupsi itu.

Selain Erry, penghargaan diberikan kepada RJ Lino untuk prestasi menonjol dalam bidang kepelabuhan di Indonesia, Fazwar Bujang untuk prestasi dalam pengembangan industri baja.

Kemudian, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan untuk prestasi dalam pengembangan energi, Made Dana M Tangkas untuk pengembangan manufaktur otomotif, Abdul Hamid Batubara dan R Prijono untuk pengembangan bidang energi migas, Rinaldi Firmansyah untuk pengembangan bidang telekomunikasi, Christopher Silver untuk bidang perencanaan wilayah dan pengembangan kebijakan, dan F Silaban untuk bidang arsitektur.

ITB juga menganugerahkan penghargaan Ganesa Widya Jasa Utama kepada Martha Tilaar untuk jasa dan prestasi pengembangan kosmetik asli Indonesia berbasis bahan alam, Dian Wahdiani Syarief sebagai pendiri Yayasan Sjamsi Dhuha yang peduli terhadap penderita lupus, serta Suyadi yang lebih dikenal sebagai Pak Raden untuk pelopor bidang industri kreatif klaster animasi dan tokoh animator.

Pada 2 Maret 1959, ITB resmi dibentuk setelah sebelumnya menjadi fakultas teknik, matematika, dan ilmu pengetahuan alam dari Universitas Indonesia yang berpusat di Jakarta. Acara peringatan 92 tahun pendidikan tinggi teknik di Indonesia itu dihadiri oleh seluruh jajaran rektorat dan majelis wali amanat ITB.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon