Flu Burung Merebak Lagi, China Bantai 150.000 Ayam

Selasa, 3 Juli 2012 | 12:01 WIB
AH
B
Penulis: AFP/ Arsito Hidayatullah | Editor: B1
Petugas mencoba menangani flu burung
Petugas mencoba menangani flu burung (naturalnews)
Terdeteksi sejak 20 Juni, baru dikonfirmasi kemarin sebagai flu burung, dan sejauh ini belum dilaporkan menjangkiti manusia.

Pejabat berwenang di daerah Xinjiang, di kawasan barat laut China, melaporkan telah memusnahkan lebih dari 150.000 ekor ayam, menyusul (kembali) berkembangnya wabah blu burung di wilayah itu.

Merebaknya wabah flu dari jenis virus H5N1 itu, awalnya dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.600 ayam di kawasan tersebut. Lalu, seperti dilaporkan kementerian pertanian setempat, Senin (2/7) malam, wabah juga segera menjangkiti sekitar 5.500 ekor ayam lainnya.

Oleh karena itulah, demi mencegah kian berkembangnya wabah, pihak berwenang di bidang pertanian dan peternakan setempat lantas memutuskan untuk memusnahkan sebanyak 156.439 ekor ayam yang ada. "Wabah mulai terlihat sejak 20 Juni, tapi baru bisa dikonfirmasi sebagai flu burung H5N1 pada Senin (kemarin)," ungkap pihak berwenang Xinjiang.

Pihak kementerian dan media resmi pemerintah sejauh ini tidak menyebut di mana tepatnya wabah tersebut berawal, selain bahwa itu terjadi di sebuah peternakan yang dikelola oleh Xinjiang Production and Construction Corps. Media pemerintah China hanya menambahkan bahwa itu merupakan sebuah perusahaan semi-militer dengan karyawan mencapai 2,5 juta orang.

Xinjiang sendiri merupakan sebuah wilayah yang berbatasan dengan Asia Tengah, yang merupakan juga kediaman dari sekitar 9 juta warga etnis Uighur yang merupakan kalangan Muslim. Selama ini, China memang dikenal paling rentan dengan epidemi flu burung, lantaran negeri ini memiliki populasi ternak unggas terbesar di dunia. Sementara di banyak daerah pinggirannya, ayam-ayam dan manusia masih terbiasa saling bebas hidup berdekatan.

Wabah flu burung yang terakhir dilaporkan merebak di daratan China terjadi pada April lalu, dengan sebanyak 95.000 ekor ayam dilaporkan harus dimusnahkan di Ningxia, kawasan utara China. Sementara bulan lalu, seorang anak laki-laki justru terdiagnosa mengidap flu burung di wilayah selatan Hong Kong, yang menjadi kasus penyebaran pertama pada manusia dalam 18 bulan terakhir. Anak itu diketahui tinggal di kawasan bersebelahan, yakni di provisi Guangdong di China daratan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon