NU Papua: Kerusuhan di Papua Bukan Soal SARA
Senin, 30 September 2019 | 20:05 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua KH Toni VM Wanggai menghimbau, agar masyarakat Papua di mana saja untuk menjaga Papua sebagai Tanah Damai.
"Untuk itu kami menyampaikan duka cita mendalam dan keprihatinan atas jatuhnya korban pada kerusuhan di beberapa Kota/Kabupaten di Tanah Papua,"ujarnya di Jayapura, Senin (30/9/2019) malam.
Selain itu PW NU mengharapkan, tidak membeda-bedakan antara orang asli Papua dengan orang non-Papua dalam menyikapi dinamika sosial pascakerusuhan, dan bersama-sama tetap menjaga komitmen membangun Papua Tanah Damai.
Tidak terpancing dengan isu-isu yang provokatif, berita bohong (hoax) dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan memicu konflik yang berakibat merugikan semua pihak.
"Kami menegaskan, kerusuhan yang terjadi di Tanah Papua bukanlah konflik SARA, maka kami meminta kepada semua pihak untuk bisa menahan diri dan tidak lagi melakukan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun,"tegas Toni
Ia meminta kepada aparat keamanan TNI dan Polri untuk memberikan jaminan keamanan kepada semua masyarakat dan memulihkan situasi Kamtibmas lokal di Tanah Papua.
PW NU Papua mengajak kepada semua tokoh organisasi kemasyarakatan untuk menenangkan situasi dan menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kebersamaan yang menjadi komitmen bersama sejak Deklarasi Papua Tanah Damai pada tahun 2002 di Jayapura.
"Kami mengajak kepada semua masyarakat di Tanah Papua untuk bersama-sama lebih mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa pemulihan dan senantiasa memohon pertolongan-Nya dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua dan di seluruh Tanah Air Indonesia," tutup Toni.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




