Survei: Publik Optimistis Jokowi Mampu Tuntaskan Janji Politik di Periode II
Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dilantik kembali menjadi Presiden untuk periode II pada 20 Oktober 2019 mendatang. Saat ini publik berharap Jokowi bisa mewujudkan semua janji Nawacita jilid keduanya dengan maksimal. Terutama soal pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan baru, mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, serta prospek hukum dan korupsi yang lebih menjanjikan.
Untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat di periode pertama, Parameter Politik Indonesia melakukan survei nasional yang dilakukan pada 5 sampai 12 Oktober 2019. Hasilnya, mayoritas masyarakat optimistis Jokowi mampu menunaikan janji politiknya.
"Angka optimistis publik itu mencapai 67,4 persen, pesimistis 25,8 persen, sisanya tak menjawab," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, dalam rilis survei "Evaluasi Kinerja Jokowi dan Harapan Publik di Periode Kedua", di Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Menteri Lama Dipertahankan di Kabinet Jokowi Jilid II
Menurutnya, Jokowi punya bekal segalanya untuk mewujudkan semua visi misi politiknya. Terutama dukungan parlemen yang sangat maksimal karena nyaris tidak ada parpol yang berhasrat menjadi oposisi.
Susunan Kabinet Diumumkan Pada Hari Pelantikan Presiden
Parameter Politik Indonesia melakukan survei nasional dengan wawancara tatap muka (face to face interview) pada 5 hingga 12 Oktober 2019 dengan sampel 1.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi melalui metode stratified multi stage random sampling dengan margin of error 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei dilakukan dalam upaya menjaring aspirasi publik, terutama menyangkut evaluasi dan harapan publik terhadap jokowi yang akan dilantik sebagai presiden.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




