Pengamat: Prabowo Masuk Kabinet, Potensi Konfik dan Disintegrasi Diredam
Selasa, 22 Oktober 2019 | 10:28 WIB
Semarang, Beritasatu.com – Masuknya Prabowo Subianto yang menjadi rival berat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Presiden 2019, ke dalam Kabinet Indonesia Kerja Jilid II dinilai dapat meredam potensi konflik dan disintegrasi bangsa pascapilpres yang sangat sengit dan ketat.
"Itu dampak positifnya. Tak ada lagi polarisasi politik dalam masyarakat,’’ tegas pengamat politik Universitas Diponegoro Teguh Yuwono kepada Beritasatu.com, Selasa (22/10/2019) pagi.
Namun, kehadiran Prabowo akan berdampak negatif bagi pemerintahan, jika Jokowi tak mampu mengelola atau mengontrol Prabowo. "Kekhawatiran sebagian kalangan bahwa akan muncul matahari kembar dalam kabinet, bisa jadi akan terbukti,’’ ujar pengajar Ilmu Pemerintahan Fisip Undip ini.
Menurut Teguh, dampak negatif itu tak akan terjadi jika Jokowi mampu ‘menjinakkan’ Prabowo, dan Prabowo pun legawa dan ikhlas dalam membantu Jokowi dalam pemerintahan. Artinya, tak memiliki agenda lain yang membahayakan pemerintahan.
"Jika Jokowi mampu menjinakkan Prabowo, dan Prabowo betul-betul legawa dan ikhlas, maka akan menjadi kekuatan nasionalis sangat kuat untuk membangun bangsa, sekaligus membendung radikalisme dan paham khilafah di masyarakat,’’ tandasnya.
Dibutuhkan, jiwa besar Prabowo untuk benar-benar ikhlas membantu pemerintahan. Kata kuncinya adalah, stabilitas politik dan pemerintahan ada pada kesepahaman antara Prabowo, Megawati dan Jokowi.
‘’Kalau ini jalan, Indonesia akan menjadi lebih besar dan lebih maju,’’ tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




