Rasa Kekeluargaan saat Pamitnya Arief Yahya dari Kemenpar
Kamis, 24 Oktober 2019 | 20:34 WIB
JAKARTA - "Jabatan senantiasa datang dan pergi, tetapi persahabatan dan persaudaraan tetap abadi," tutup Arief Yahya ketika sertijab di Balairung Sapta Pesona, Kemenpar (Kementerian Pariwisata), pada 23 Oktober 2019. Rasa kekeluargaan yang ia timbulkan semasa jabatannya membawa rasa haru kepada para pejabat eselon I dan II, staf, serta audience.
Canda gurauan mantan Menpar, Arief Yahya, kerap berkali-kali mencoba untuk mencairkan kebekuan suasana. "Kok tiba-tiba jadi sedih, mellow?", tanyanya. Namun, tawanya tak dapat menghilangkan rasa haru para staf yang telah berada di naungannya selama persis lima tahun kurang lima hari. Sejak pelantikannya pada 28 Oktober 2014 hingga hari serah terima jabatan pada 23 Oktober 2019, Arief Yahya menjabat sebagai Menpar.
"Nanti saya akan cicil kekurangan lima hari itu. Saya akan datang di setiap acara Halal bi Halal di Kemenpar karena saya alumni. Tapi diundang ya ... awas kalau tidak!", canda Arief Yahya.
Bukan tawa, melainkan para audience semakin terharu dengan ketulusan persahabatan yang telah dibangun oleh Arief Yahya. Pandangannya terhadap membangun rasa kekeluargaan ini sudah lama ada sejak ia menjabat sebagai CEO Telkom Indonesia 2012-2014 dengan 4Snya: "Sahabat Sejati Selalu Setia".
Sertijab dari Menpar Arief Yahya ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wishnutama Kusubandio itu tidak berhenti di Balairung. Semua pejabat dan staf mengantarkan Arief Yahya sampai ke depan teras pintu utama Gedung Sapta Pesona di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Mantan Menpar ini juga berkali-kali berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membuat pariwisata semakin hebat.
"Alhamdulillah, saya telah purna tugas menuntaskan 5 tahun janji bakti selama lima tahun kurang 5 hari. Sempat juga saya menjadi Menparekraf selama beberapa bulan," ucapnya.
"Terima kasih kepada Pak Presiden Jokowi yang telah memberikan kesempatan dan menetapkan pariwisata sebagai sektor unggulan. Juga untuk jajaran Kemenpar dan Pentahelix atas kerja samanya untuk menciptakan devisa terbesar, destinasi terbaik," jelasnya.
Beliau juga turut bahagia karena pariwisata sudah menjadi core economy yang menuju kelas dunia. Harapannya, dari sisi pemasaran, pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar. "Dengan marketing strategy 9 Jurus, saya juga percaya Mas Tama adalah Creative Director terbaik. Dengan ini, COE nantinya akan lebih bagus."
Lalu, Arief Yahya menjelaskan kinerja sebelumnya dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Dari sisi Destinasi, saat ini sudah terdapat 5 destinasi Super Prioritas yang kini sedang menuju KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) dan memiliki 3A (Atraksi, Akses, Amenitas) berkelas dunia.
Sedangkan, dari sisi SDM dan kelembagaan, ekosistemnya menggunakan rumus SMI - Sumber Daya Manusia, Masyarakat dan Industri. "Buat Sesmen, saya berharap 3 hal ini dikawal dengan baik, yakni tunjangan kinerja (Tukin) terutama karena WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) harus dijaga," ungkapnya.
Kepada Menparekraf Wishnutama, Arief Yahya mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan sebagai menteri yang menggantikannya. "Semoga lebih maju, lebih hebat dan tercapai target angka kunjungan wisman dan wisnus," harapnya.
Buat seluruh tim Kemenpar, para pejabat, staf, tenaga ahli, Arief Yahya juga mengucapkan terima kasih. "Sukses buat semua, selamat bekerja, untuk Pesona Indonesia," pungkas Arief Yahya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




