9.000 Personel Gabungan Siap Amankan Aksi Mahasiswa di Depan Istana
Senin, 28 Oktober 2019 | 09:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya menyiapkan 9.000 personel gabungan Polri - TNI untuk mengamankan rencana aksi mahasiswa di depan Istana Presiden, Senin (28/10/2019).
"Sebanyak 9.000 personel gabungan Polri-TNI telah disiapkan. Tentang bagaimana bentuk mekanisme pengamanannya belum bisa dirinci secara detail," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada SP, Senin (28/10/2019).
Sebelumnya para mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta berencana menggelar aksi unjuk rasa bertepatan Hari Sumpah Pemuda, Senin ini. Para mahasiswa tetap mengusung tuntutan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pencabut UU KPK.
Mereka menamakan aksi kali ini "Gerakan Indonesia Memanggil". "Kami menuntut Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu UU KPK," kata Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Manik Margamahendra, Minggu (27/10/2019).
Meski aksinya diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas, tetapi mereka tak membawa nama kampus secara khusus. Mereka akan melakukan demonstrasi, arak-arakan (long march) menuju Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Ketua BEM UI itu mengaku sudah menghubungi Universitas Bung Karno, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, dan beberapa universitas lainnya.
Selain menuntut penerbitan Perppu pencabut UU KPK, para mahasiswa juga meminta tanggung jawab negara terhadap korban meninggal demonstrasi di aksi demonstrasi pada 23 hingga 30 September 2019.
Mereka mendesak presiden segera membentuk tim independen yang bisa menyelesaikan, dan menemukan fakta-fakta terkait demonstrasi yang merenggut korban jiwa beberapa mahasiswa beberapa waktu lalu..
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




