Piala Dunia U-20, Pembenahan Stadion Mandala Krida Rampung 1 Tahun
Selasa, 5 November 2019 | 12:25 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Setelah ditunjuk sebagai salah satu penyelenggara Piala Dunia U-20 pada tahun 2021, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY, KONI DIY, Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY selaku pengelola Stadion Mandala Krida, serta Bidang Anggaran Belanja Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY langsung membenahi Stadion Mandala Krida Yogyakarta.
Menurut Kepala Seksi (Kasie) Sosial Bud Bidang Anggaran Belanja Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY, Prambudi Setiono, pengerjaan dan perbaikan Stadion Mandala Krida, targetnya selesai di tahun 2020, sesuai dengan keinginan FIFA yang akan melakukan peninjauan kembali setelah penunjukan."Setahun kami target jadi dan 2020 sudah siap. Untuk pengerjaannya, kami akan langsung kerja sama dengan penyedia kebutuhan," terang Prambudi., Senin (4/11/2019).
Ketua Asprov PSSI DIY, Syauqi Suratno mengatakan, Piala Dunia U-20 2021 bukan hanya menjadi sejarah baru untuk sepak bola Indonesia, lebih dari itu, juga membawa dampak yang luar biasa bagi bangsa. Menurutnya, seusai rapat koordinasi di Kantor KONI DIY, menjadi tuan rumah Piala Dunia butuh perjuangan dan dampaknya luar biasa. Dikatakan, Asprov PSSI DIY masih menunggu beberapa catatan dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) yang beberapa waktu lalu mengirimkan delegasi untuk melakukan survei ke beberapa stadion di Indonesia, yang dikunjungi termasuk Stadion Mandala Krida.
Dengan skema pertandingan 1 grup terdiri dari empat tim, beberapa stadion dan lapangan sepak bola telah disiapkan sebagai tempat latihan di antaranya Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion UNY, Lapangan sepak bola UII, serta Lapangan sepak bola Yogyakarta Independent School (YIS). " Kami masih menunggu masukan dan catatan secara teknis dari FIFA yang disampaikan lewat federasi, untuk disampaikan kepada pemilik stadion di daerah. Saat ini, sudah enam bulan pertama, sejak FIFA hadir dan memantau jadi sudah tampak progres yang signifikan dari catatan teknis yang sebelumnya sudah disampaikan. Stadion Mandala Krida masih harus banyak dibenahi," kata Syauqi.
Kelengkapan wajib antara lain, lampu penerangan di dalam stadion, single seat, papan skor elektronik, perlu segera dilengkapi, karena memang belum dimiliki stadion Mandala Krida. Selain itu, empat ruang ganti juga harus disiapkan untuk para kontestan Piala Dunia U-20 2021."Namun kita masih menunggu spesifikasi single seat-nya yang seperti apa. Kalau kemarin yang jadi referensi penilaian cuma single seat by number nah ini spesifikasinya yang kita tunggu," kata Syauqi.
Stadion Mandala Kridasaat ini memiliki kapasitas sekira 25.00 penonton. Namun jika dilengkapi fasilitas single seat, kapasitas stadion diprediksi menyusut menjadi 21.900 penonton. "Untuk pertandingan FIFA yang levelnya youth, untuk fase grup kapasitas 8.000 sampai 15.000 penonton tetap sesuai," jelasnya.
Sementara itu Ketum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto menjelaskan, rapat koordinasi ini menjadi upaya awal untuk menyiapkan dan menyukseskan peluang DIY menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.
"Kami ini hanya membuka jalan, nanti lead-nya dari Asprov PSSI DIY bersama BPO dan DPPKA. Harapannya, setelah pertemuan ini akan ada pertemuan lanjutan yang dikoordinasikan oleh Pemda DIY dalam hal BPO untuk mengundang semua stakeholder yang akan terlibat. Seperti pihak keamanan Polda DIY, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, imigrasi," kata Djoko Pekik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




