Ketum Bara JP: BTP Seharusnya Jadi Dirut Pertamina, Inalum, atau PLN

Senin, 25 November 2019 | 11:59 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok (tengah).
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok (tengah). (ANTARA FOTO)

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang sebelumnya akrab disapa Ahok, semestinya menduduki kursi direktur utama (Dirut) Pertamina, Inalum, atau PLN. Dengan menjabat dirut, BTP dinilai akan lebih optimal melakukan perbaikan di salah satu perusahaan strategis nasional tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Viktor S Sirait dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com di Jakarta Senin (25/11/2019).

"Ahok (BTP) punya modal yang cukup baik untuk memimpin perusahaan BUMN tersebut (Pertamina, Inalum, atau PLN), kata Viktor.

Menurut Viktor, BTP memiliki kemampuan dan kredibilitas yang cukup baik. BTP juga berani melakukan perubahan dari sebuah kebiasaan yang kadang sudah dianggap 'benar', namun ternyata tidak.

Viktor menyatakan, kredibilitas Ahok selama ini sudah terbukti. BTP tidak tunduk pada kepentingan siapa pun kecuali kepada kepentingan perusahaan atau negara. "Kita ingin melihat Pertamina, PLN, atau Inalum, yang bisa mengoptimalkan potensi perusahaan untuk lebih besar lagi," ucap Viktor.

Viktor menambahkan, pihaknya juga menginginkan agar tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dapat memberikan pelayanan yang cukup baik terhadap masyarakat. Tiga perusahaan plat merah tersebut atau BUMN lainnya, lanjut Viktor, sepatutnya dikelola secara benar.

Dengan begitu, menurut Viktor, BUMN menjadi perusahaan profesional yang mengoptimalkan keuntungan. Selain itu supaya bisa mencapai tujuannya sebagai agen pembangunan nasional sesuai yang tercatat dalam undang-undang BUMN.

Viktor mengatakan, seharusnya Menteri BUMN Erick Thohir sudah tepat dan tak perlu terpengaruh dengan tuduhan beberapa pihak mengenai BTP yang tidak didasarkan objektifitas. "Tuduhan subjektif yang didasarkan oleh selera suka dan tidak suka. Tidak tepat jika mengaitkan urusan politik dengan urusan profesionalisme dalam mengelola sebuah perusahaan besar seperti Pertamina," kata Viktor.

Meski begitu, Viktor menegaskan, Bara JP tetap percaya penempatan BTP sebagai komisaris utama Pertamina sudah mengacu kepada kebutuhan perusahaan. "Kami percaya penempatan Ahok ini sudah mempertimbangkan semua aspek, berdasarkan kebutuhan perusahaan, serta penilaian penilaian komprehensif dari Menteri BUMN Erick Thohir dan juga tim penilai akhir," ungkap Viktor.

Viktor menambahkan, masyarakat ingin melihat Pertamina yang lebih bagus ke depan. Sebuah perusahaan besar yang mampu bersaing dengan perusahaan sejenis dunia, dan mampu menjadi agen pembangunan.

"Selain itu Pertamina bisa memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat indonesia dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Rote, dan kami percaya Ahok akan mampu melakukan tugas besarnya di Pertamina. BUMN kita butuh orang orang seperti Ahok," pungkas Viktor.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon