Festival Jaz Internasional Pertama Digelar di Waduk Jatiluhur
Selasa, 26 November 2019 | 10:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Bagi para pencinta dan penggemar musik jaz, nantikan Festival Musik Jazz Internasional yang akan digelar di Bendungan (Waduk) Ir H Juanda Jatiluhur, Jawa Barat. The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 ini akan diselenggarakan selama dua hari, mulai dari 30 November hingga 1 Desember. Festival Jaz ini diselenggarakan oleh Perum Jasa Tirta II dan Pemprov Jawa Barat.
Dalam festival jaz ini, akan ada puluhan penyanyi dan ratusan musisi Indonesia yang akan melantungkan musik dimtengah-tengah alam dan aliran air. Tidak hanya itu, mereka akan mengolaborasikan beragam genre musik yang mendapatkan sentuhan musik jaz.
Diantaranya, Dwiki Dharmawan, World Peace Project Feat Steve Thornton. Kama! Musallam dan Wizzy. Syaharani & Queenfireworks. Java Jive. Mus Mujiono. Krakatau, 57kustik dan Moccondoss 40.
Juga akan tampil dalam festival tersebut, Selaawi Ethnic Ensemble, Saratuspersen Band, Ermy Kullit, Indro Hardjodikoro feat Kayla Dias, Farabi Big Band feat lta Pumamasari, Idea Percussion. Uban Project, Marcell, Via Vallen dan Zaskia Gotik.
Direktur Keuangan dan SDM Perum Jasa Tirta II Haris Zulkarnain mengatakan The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 yang mengambil tema "Green, Water and Life yang menjadi bagian kampanye untuk menjaga lingkungan dan air bagi kehidupan.
Festival ini merupakan program unggulan Jasa Tirta ll untuk mempromosikan pariwisata melalui music tourism sekaligus sarana meningkatkan kepedulian terhadap Iingkungan.
"Juga bertujuan untuk mempromosikan Bendungan Jatiluhur sebagai destinasi wisata lingkungan kepada masyarakat," kata Haris Zulkarnain saat melakukan media visit ke kantor Beritasatu Media Holding di, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).
Dengan adanya festival jazz ini, ia mengharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan sarana ekspresi budaya serta hiburan kepada masyarakat. Serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar waduk Jatiluhur. Karena akan melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masyarakat yang tinggal di lokasi acara.
"Festival Jaz ini mengambil tempat di dua lokasi di kawasan Bendungan Jatiluhur. Dari dua tempat ini, selain dapat menikmati musik jaz, para pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam di Bendungan Jatiluhur yang luar biasa," ujar Haris Zulkarnain.
Dua lokasi yang akan menjadi panggung utama kegiatan ini adalah di kawasan Pelabuhan Biru dengan suasana alam yang indah. Kemudian di kawasan Morning Glory, yang menjadi icon Waduk Jatiluhur. Morning Glory merupakan menara pelimpah air termegah di dunia dan akan menjadi landscape festival melengkapi sajian musik penuh inovasi dan improvisai.
Mengapa dipilih Waduk Jatiluhur, menurut Haris Zulkarnain, karena selama ini belum pernah ada festival musik jazz berskala internasional yang digelar di kawasan bendungan air. Selama ini, Festival Jazz berskala internasional hanya dilakukan di beberapa tempat di Kota Jakarta, bahkan pernah di Candi Borobubur.
"Ini sebuah ide baru. Ini adalah festival jaz berskala internasonal yang pertama yang mengambil tempat di sebuah waduk. Mudah-mudahan, ide ini menjadi kegiatan yang dapat dilaksanakan setiap tahunnya," terang Haris Zulkarnain.
Selain itu, alasan dipilihnya Waduk Jatiluhur, dikarenakan keberhasilan Perum Jasa Tirta II selaku BUMN pengelola SDA yang telah berhasil membersihkan badan air sungai Citarum dengan program padat karya bersama masyarakat. Waduk yang berusia 52 tahun ini telah berubah dari yang penuh gulma menjadi perairan eksotis dan penuh manfaat bagi ketahanan air nasional.
Sementara itu, Direktur Artistik Festival Dwiki Dharmawan mengatakan alasan dipilih musik genre jaz dalam kegiatan festival ini, dikarenakan jaz merupakan musik yang sangat terbuka dan dinamis. Selain itu, musik jaz sangat cocok dilantunkan di tengah-tengah alam yang sangat tenang.
"Kita melihat musik jaz yang begitu indah sangat cocok dengan keberadaan alam yang tenang. Selain itu, musik genre lain pun bisa dimasukkan ke dalam jaz. Jadi Jaz bisa berkolaborasi dengan musik genre lainnya. Sehingga menghadirkan kedinamisan," kata Dwiki Dharmawan.
Dijelaskanya, The 1st"International Jatiluhur Jazz Festival akan menyuguhkan musik jaz dari straight ahead sampai funk dan tak lupa memberi ruang bagi ekspresi musik berbasis tradisional. Akan ada puluhan artis yang terlibat dari berbagai genre.
"Sedangkan untuk musisi jaz ada sekitar 150 orang yang akan terlibat dalam festival yang digelar selama dua hari," ujar Dwiki Dharmawan.
Untuk dapat menyaksikan acara tersebut, masyarakat dapat membeli tiket dengan kategori tiket Green senilai Rp 125.000, per hari regular, tiket Water senilai Rp 150.000, per all event dan tiket Life khusus untuk pelajar dan mahasiswa senilai Rp 100.000, per all event. Perum Jasa Tirta II juga menyediakan tiket VIP senilai Rp 1,5 juta per hari.
Tiket dapat diperoleh di Loket.com, dan GoTix. untuk informasi lebih lanjut mengenai iadwal dan keseluruhan acara dapat menghubungi melalui sosial media @jatiluhurjazz dan web jatiluhurjazz.com.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




