Dukung Rohidin Mersyah di Pilgub Bengkulu 2020, Golkar Jajaki Koalisi dengan PKB

Selasa, 26 November 2019 | 15:34 WIB
U
JM
Penulis: Usmin | Editor: JEM
Ilustrasi Pilkada Serentak 2017
Ilustrasi Pilkada Serentak 2017 (Beritasatu.com)

Bengkulu, Beritasatu.com - Partai Golkar menjajaki berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusung calon petahana Rohidin Mersyah di Pemilihan Gubernur (Pilgib) 2020 mendatang.

"Kita sekarang tengah menjajaki untuk membangun koalisi dengan PKB untuk mengusung Rohidin pada Pilgub Bengkulu 2020 mendatang. Hal ini ditandai dengan mendaftarnya Rohidin Mersyah di PKB agar dapat diusung partai ini pada pilgub nanti," kata Wakil Ketua Bidang Komunikasi DPD I Golkar Provinsi Bengkulu, Zulkarnain, di Bengkulu, Selasa (26/11/2019).

Ia mengatakan, pihaknya sangat berharap PKB menjadi koalisi Golkar pada Pilkada 2020 mendatang, karena setiap calon yang didukung PKB selalu memang, salah contoh dua kali Pilpres menang terus.

Selain itu, PKB merupakan salah satu partai pengusung Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah pada Pilkada 2015 lalu. Karena itu, diharapkan pada Pilkada 2020, PKB menjadi partai koalisi besar Golkar.

"Terlepas dari semua itu, kita sangat serius mendaftar di PKB dan berharap kandidat cagub Bengkulu, Rohidin Mersyah dapat diusung di Pilgub 2020 mendatang," ujar mantan pengurus DPD PKB Bengkulu ini.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Bengkulu, Herliardo mengatakan, pihaknya menyambut baik kandidat cagub petahana Rohidin Mersyah mendaftar untuk mengikuti penjaringan dan fit and prooper test cagub di PKB.

"Kita menyambut baik Pak Rohidin mendaftar di PKB, karena pada Pilkada 2015 lalu, PKB merupakan salah partai yang mengusung paslin Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah. Bagi terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat calon kepala daerah dan wakil kepala daerah," ujar mantan anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini.

Herliardo menambahkan, kandidat cagub yang telah mendaftar di PKB baik kader maupun non kader nama-namanya akan dikirim ke DPP untu diseleksi dan ditetapkan sebagai cagub dari partai tersebut pada Pilgub 2020 mendatang.

"Tugas DPW hanya membuka pendaftaran dan penjaringan saja. Sedangkan penentu siapa yang akan diusung di Pilgub Bengkulu 2020, akan diputuskan oleh DPP. Namum, sebelum diputuskan mendukung siapa tentunya DPP minta masukan dari DPW Bengkulu," ujarnya.

Dari pantuan SP di Bengkulu, kandidat cagub petahana, Rohidin Mersyah telah mendaftar ke setiap partai yang membuka penjaringan cagub dan cawagub, termasuk di PKB, dan berharap partai yang didaftar bersedia mengusung di Pilgub 2020 mendatang.

Hal ini tidak menutup kemungkinan calon petahana Rohidin Mersyah akan diusung partai koalisi besar pada Pilgub 2020 mendatang. Namun, hingga saat ini belum ada satu parpol di Bengkulu, yang terang-terangan menyatakan mendukung Rohidin karena masih dalam proses penjaringan.

Demikian pula Partai Golkar yang dipimpin Rohidin Mersyah belum melakukan deklarasi mendukung calon petahana di Pilgub 2020 mendatang. Namun, dipastikan Golkar akan mengusung calon petahana di Pilgub September tahun depan.

Meski Golkar dipastikan mendukung calon petahana Rohidin di Pilgib 2020, tapi partai berlambang pohon beringin ini tetap perlu melakukan koalisi dengan parpol lain agar bisa mengusung satu paslon cagub-cawagub di Pilkada tahun depan.

Golkar hanya memiliki 7 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu, sehingga paling tidak butuhkan tambahan 2 kursi lagi melalui koalisasi partai agar bisa mengusung satu paslon cagub-cawagub 2020 mendatang.

Syarat parpol bisa mengusung satu paslon cagub dan cawagub di Pilgub Bengkulu 2020, harus memiliki 9 kursi di DPRD provinsi setempat. Hal ini sesuai ketentuan KPU karena penduduk Bengkulu kurang dari 2 juta jiwa.

PDIP juga memiliki 7 kursi di DPRD Bengkulu, sehingga partai berlambang banteng ini juga membutuhkan tambahan 2 kursi lagi agar bisa mengusung satu paslon di Pilgub Bengkulu. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini, akan memprioritaskan kader untuk diusung di Pilgub Bengkulu tahun depan.

Sejauh ini gema Pilgub Bengkulu 2020, masih sepi dan kandidat yang akan maju dan telah mendaftar ke partai politik belum melakukan sosialisasi kecuali calon petahana terus berkeliling ke kabupaten kota di Bengkulu dengan dibungkus kunjungan kerja dan sekaligus mohon dukungan di Pilgub tahun depan.

Belum melakukan sosialisasi kandidat para kandidat cagub Bengkulu, diduga karena mereka belum mendapat jaminan mendapat dukungan parpol untuk maju di Pilgub 2020 mendatang. Sebab, parpol baru menetapkan dukungan untuk cagub dan cawagub pada awal tahun depan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon