Integrasi Transportasi Memudahkan Warga
Rabu, 11 Desember 2019 | 14:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Integrasi transportasi yang akan dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta mendapat sambutan positif. Hal itu karena integrasi akan memudahkan warga dalam bepergian.
Sebelumnya, untuk mempercepat realisasi integrasi transportasi publik di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), PT KAI dan PT MRT Jakarta membentuk perusahaan gabungan atau joint venture.
Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, integrasi dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses sarana transportasi. Selain itu, integrasi transportasi juga dapat membuat transparansi pengelolaan keuangan terkait dengan subsidi lebih mudah terpantau dan terkontrol. "Sebaiknya layanan angkutan umum itu memang terintegrasi. Sehingga, masyarakat lebih mudah dalam menggunakan angkutan umum," ujar Azas, Rabu (11/12/2019).
Diungkapkan, integrasi ini harusnya tak hanya fisik sarana transportasi semata, tetapi juga terkait dengan tiketingnya.
"Masyarakat akan lebih nyaman kalau tiketnya juga terintegrasi. Nanti kan tinggal tap saja. Tarifnya jadi satu. Misalnya dengan hanya membayar Rp 20.000 saja sudah bisa naik transportasi apa saja. Saya berharap Transjakarta juga ikut dalam integrasi ini. Tak hanya PT KAI dan PT MRT," papar Azas.
Kehadiran Transjakarta dalam sistem transportasi yang terintegrasi tentunya sangat dinanti dan akan disambut baik oleh masyarakat. "Transjakarta jangan lama-lamalah. Segera ikut integrasi. Transjakarta ini kan vital sekali, apalagi dia ini kan termasuk moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat," kata Azas.
Lebih lanjut diungkap dia, dalam integrasi transportasi tentunya akan ada hambatan yang akan muncul, yakni arogansi sektoral atau arogansi antarsesama pengelola sarana transportasi tersebut.
Azas mengingatkan agar sesama pengelola sarana transportasi terintegrasi jangan sampai merasa bahwa dengan integrasi maka takkan mendapat nama. Padahal kenyataannya tidak demikian. "Justru sebaliknya, kalau bagus mengelolanya maka akan dapat nama baik dengan sendirinya. Itu sudah muncul secara alami," kata Azas.
Masyarakat yang dimudahkan oleh integrasi transportasi, diyakini Azas, akan meninggalkan sarana transportasi pribadi yang biasa mereka gunakan setiap harinya.
Keunggulan sarana transportasi terintegrasi terletak pada transparansi pengelolaan keuangan karena terdapat subsidi yang dikucurkan. "Kalau terintegrasi kan bisa saling pantau dan tidak akan ada kerawanan subsidi yang digunakan akan melenceng. Kalau masih sendiri-sendiri ini justru rawan penyelewengan karena kita tidak bisa saling memantau," papar Azas.
Dengan demikian, tegas Azas, integrasi transportasi juga bisa mencegah terjadinya korupsi. Subsidi yang dikucurkan pun dapat dengan mudah dikontrol dan tak terjadi penyimpangan-penyimpangan.
Pengamat transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menyambut baik pengintegrasian transportasi tersebut. "Arahnya nanti ke tiket bersama ya agar memudahkan para pengguna angkutan umum. Publik bisa memilih langganan harian, mingguan atau bulanan," ujar Djoko.
Pengintegrasian sistem transportasi ini, kata Djoko, sudah berjalan sejak lama di negara lain. "Kalau di negara lain tiketnya pun bisa didapatkan dengan mudah, di mana saja" ujar Djoko.
Dia juga berharap agar Transjakarta segera dapat ikut serta dalam sistem integrasi transportasi ini. "Kalau Transjakarta bisa segera ikut serta, tentunya akan makin optimal integrasi transportasi ini. Misalnya nanti Transjakarta bisa masuk ke dalam halaman Stasiun Gambir. Ini memudahkan konsumen untuk beralih moda dan tidak harus berjalan jauh keluar menuju halte Transjakarta," tutur Djoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




