Cara Brazil Lawan DBD: Sebar Jutaan "Nyamuk Mutan" Tiap Pekan

Selasa, 10 Juli 2012 | 11:10 WIB
AH
B
Penulis: AFP/ Arsito Hidayatullah | Editor: B1
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue.
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue. (Thenews)
Diproduksi di sebuah pabrik, sekitar 4 juta nyamuk jantan hasil modifikasi genetik itu akan dilepas tiap pekannya.

Pihak berwenang Brazil, Senin (9/7) waktu setempat, menyatakan bahwa mereka akan membiakkan sejumlah besar nyamuk yang telah dimodifikasi secara genetis (mutan), guna membantu menghentikan wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Untuk diketahui, DBD telah menyerang hampir 500.000 orang di Brazil tahun ini saja. Di kawasan tropis dan sub-tropis secara umum, penyakit ini memang setiap tahunnya diketahui bisa menyerang 50-100 juta orang, dengan dampak yang beragam mulai dari sekadar panas demam, sakit otot, hingga risiko lainnya.

Penyakit itu diketahui disebabkan oleh setidaknya empat jenis virus yang terutama disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Belum ada vaksin untuk mengatasinya sejauh ini, yang karenanya mendorong para ilmuwan belakangan mencoba untuk lebih fokus pada pengendalian nyamuknya.

Inisiatif yang coba dikembangkan di Brazil itu sendiri, secara konsep akan menghasilkan sejumlah besar nyamuk Aedes aegypti jantan yang telah dimodifikasi secara genetis (mutan), yang menurut Kementerian Kesehatan setempat, kemudian akan dilepaskan ke alam bebas guna berhubungan dengan nyamuk betinanya.

"Keturunan-keturuan mereka (nyamuk tersebut) nantinya tidak akan tumbuh sampai dewasa, yang dengan demikian diharapkan bakal mengurangi populasi mereka," ungkap pernyataan dari kementerian tersebut.

Disebutkan pula, proses produksi "nyamuk mutan" tersebut akan dilakukan di sebuah pabrik yang diresmikan Sabtu (14/7) besok, yang berlokasi di negara bagian Bahia, kawasan sebelah timur laut Brazil. Dikatakan, dari sana nantinya, sekitar 4 juta nyamuk akan diproduksi tiap pekannya.

Langkah ini sendiri disebutkan sudah diujicobakan di dua kota wilayah Bahia yang banyak terinfeksi DBD karena nyamuk Aedes aegypti. Masing-masing kota dikatakan berpenduduk sekitar 3.000 orang.

"Menggunakan teknik itu, kami telah berhasil mengurangi 90 persen populasi nyamuk di sana dalam enam bulan," ungkap pihak Kementerian Kesehatan Brazil pula.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon