Tembak Polisi, Kelompok Ali Kalora Masih Dikejar
Rabu, 18 Desember 2019 | 21:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pengejaran kelompok Ali Kalora yang menyebabkan anggota Brimob Polda Sulteng Bharaka Muhamad Saepul Muhdori gugur usai Salat Jumat masih menemui jalan terjal.
"Pengejaran kelompok Ali Kalora terus akan kita lanjutkan. Operasi Tinombala dikedepankan dalam masa perpanjangan tugas yang keempat yaitu sejak 4 Oktober sampai 31 Desember mendatang," kata Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri Rabu (18/12/2019).
Ke depan, masih kata Asep, harapannya kelompok ini akan terungkap dan tertangkap. Kalau belum maka operasi ini akan dievaluasi termasuk soal kelanjutannya.
Seperti diberitakan Saepul yang ditembak mati jaringan teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) telah dikebumikan di tanah kelahirannya di Pandeglang, Banten, Sabtu (14/12/2019).
Peristiwa itu terjadi di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Mautong, Sulawesi Tengah. Korban adalah anggota Operasi Tinombala IV. Saat itu usai Salat Jumat di musala desa setempat.
Tepatnya sekitar 50 meter dari Pos Sekat Alfa 16. Ada lima DPO MIT Poso menyerang anggota dan warga yang selesai salat. Setelah menyerang kelma orang ini berpencar dengan berlari.
Tiga orang ke arah SD Salubanga dan dua orang ke arah belakang musala. Pelaku juga sempat menyandera warga serta anggota pos sekat yang pulang dari Solat Jumat namun anggota pos sekat sempat melarikan diri.
Masa operasi Tinombala diperpanjang mulai tanggal 4 Oktober 2019 hingga tanggal 31 Desember 2019. Operasi ini digelar pertama kali pada 10 Januari 2016.
Pada tanggal 18 Juli 2016, pimpinan MIT bernama Santoso alias Abu Wardah tewas ditembak oleh Satgas Tinombala. Kini MIT dipimpin Ali Kalora dan masih menjadi ancaman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




