DNSChanger, Senjata Penjahat Dunia Maya
Rabu, 11 Juli 2012 | 22:35 WIB
DNS server yang dioperasikan penjahat disebut dengan DNS server penipu.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akan melakukan kajian yang mendalam mengenai berbagai ancaman keselamatan internet menyusul ramainya kasus malware DNS Changer belum lama ini dan sempat diisukan akan terjadi kiamat internet pada 9 Juli 2012.
“Kasus DNSChanger malware penting untuk dikaji dan itu menjadi perhatian APJII dalam konteks ketahanan internet Indonesia,” ujar Sekretaris Jendral APJII Sapto Anggoro dalam pernyataan persnya.
Sapto mengatakan bahwa ancaman terhadap internet akan hadir setiap saat dalam bentuk malware, virus, penyalahgunaan untuk penipuan hingga konten dan untuk itu, APJII akan terus melakukan penelitian untuk mengantisipasi permasalahan seputar internet yang ada di masyarakat.
DNS (Domain Name System) adalah sebuah servis Internet yang mengubah sebuah nama domain yang mudah diingat menjadi alamat Internet Protocol (IP) numerik yang digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi satu sama lain. Server DNS diatur oleh Internet Service Provider (ISP) dan sudah termasuk di dalam setting jaringan komputer pengguna.
DNS dan server DNS adalah komponen penting dalam lingkungan operasi komputer karena tanpa DNS, pengguna Internet tidak akan bisa mengakses situs web, mengirim e-mail atau menggunakan layanan internet lainnya.
“Para penjahat telah mengerti jika mereka berhasil mengatur DNS server seseorang, mereka dapat mengatur situs web apa yang akan dihubungkan ke pengguna internet. Dengan mengatur DNS, seorang penjahat dapat mengarahkan seseorang pengguna internet ke sebuah situs web palsu. Salah satu caranya adalah dengan menginfeksi komputer para user dengan sebuah malware yang bernama DNSChanger,” ujar Kepala Bidang Riset dan Development APJII Eddy Santosa Jaya.
Eddy menambahkan jika penjahat telah berhasil menanamkan malware DNSChanger, mereka dapat mengganti koneksi pengguna ke DNS server yang benar versi ISP, ke koneksi DNS server versi para penjahat. “Sebuah DNS server yang dioperasikan oleh para penjahat disebut dengan DNS server penipu. Ini yang harus diwaspadai,” ujar Eddy.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akan melakukan kajian yang mendalam mengenai berbagai ancaman keselamatan internet menyusul ramainya kasus malware DNS Changer belum lama ini dan sempat diisukan akan terjadi kiamat internet pada 9 Juli 2012.
“Kasus DNSChanger malware penting untuk dikaji dan itu menjadi perhatian APJII dalam konteks ketahanan internet Indonesia,” ujar Sekretaris Jendral APJII Sapto Anggoro dalam pernyataan persnya.
Sapto mengatakan bahwa ancaman terhadap internet akan hadir setiap saat dalam bentuk malware, virus, penyalahgunaan untuk penipuan hingga konten dan untuk itu, APJII akan terus melakukan penelitian untuk mengantisipasi permasalahan seputar internet yang ada di masyarakat.
DNS (Domain Name System) adalah sebuah servis Internet yang mengubah sebuah nama domain yang mudah diingat menjadi alamat Internet Protocol (IP) numerik yang digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi satu sama lain. Server DNS diatur oleh Internet Service Provider (ISP) dan sudah termasuk di dalam setting jaringan komputer pengguna.
DNS dan server DNS adalah komponen penting dalam lingkungan operasi komputer karena tanpa DNS, pengguna Internet tidak akan bisa mengakses situs web, mengirim e-mail atau menggunakan layanan internet lainnya.
“Para penjahat telah mengerti jika mereka berhasil mengatur DNS server seseorang, mereka dapat mengatur situs web apa yang akan dihubungkan ke pengguna internet. Dengan mengatur DNS, seorang penjahat dapat mengarahkan seseorang pengguna internet ke sebuah situs web palsu. Salah satu caranya adalah dengan menginfeksi komputer para user dengan sebuah malware yang bernama DNSChanger,” ujar Kepala Bidang Riset dan Development APJII Eddy Santosa Jaya.
Eddy menambahkan jika penjahat telah berhasil menanamkan malware DNSChanger, mereka dapat mengganti koneksi pengguna ke DNS server yang benar versi ISP, ke koneksi DNS server versi para penjahat. “Sebuah DNS server yang dioperasikan oleh para penjahat disebut dengan DNS server penipu. Ini yang harus diwaspadai,” ujar Eddy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




