Kabut Asap Ganggu Investasi di Pekanbaru
Minggu, 12 Januari 2020 | 16:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan dampak kabut asap yang setiap tahun terjadi di wilayah itu menggganggu investasi. Dampak terbesar terjadi saat kabut asap pada 2015. Selanjutnya pada 2016 dan 2017, tak terlalu parah. Lalu, pada 2018 terjadi lagi kabut asap dan tahun lalu kembali terjadi meski tak separah 2015.
"Posisi Pekanbaru itu dapat kiriman, jadi bukan karena kebakaran di Pekanbaru. Bukan juga karena kebakaran hutan di Provinsi Riau. Dua tahun terakhir kebakaran hutan di Riau relatif kecil dan di Pekanbaru relatif tidak ada, tetapi kota kami menderita lebih besar. Asapnya dari mana? Dari Sumatera Selatan dan juga Jambi," kata Firdaus saat berkunjung ke kantor Berita Satu Media Holdings (BSMH) di Berita Satu Plaza, Jakarta, Jumat (10/1/2020).
Firdaus menceritakan dampak asap paling parah terjadi pada 2015. Ketika itu, Bandara Sultan Syarif Kasim II sempat tutup kurang lebih dua bulan. Hal itu sangat mengganggu para investor yang ingin ke Pekanbaru.
"Sekali lagi, asap itu memberikan pengaruh negatif kepada investasi. Kerugiannya sangat besar dan itu harus dipahami semua pihak," katanya.
Oleh karena itu, Firdaus mendesak aparat yang memiliki kewenangan untuk memberi sanksi tegas kepada orang atau badan usaha yang terbukti membakar hutan atau perkebunannya terbakar.
"Pak Presiden Jokowi katakan semua harus menjadi tim. TNI dan Polri terdepan. Pencegahan kebakaran hutan lebih baik daripada penanggulangan. Kalau terjadi kebakaran, dampak negatifnya berantai," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




