Siloam Bekasi Ingatkan Kembali Bahaya Diabetes Melitus

Kamis, 30 Januari 2020 | 21:40 WIB
MN
FH
Penulis: Mikael Niman | Editor: FER
Direktur RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya, dr Albert Limanto, saat membuka diskusi 'Komplikasi Penyakit Diabetes Terhadap Serangan Jantung dan Stroke' di Bekasi, Kamis (30/1/2020).
Direktur RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya, dr Albert Limanto, saat membuka diskusi 'Komplikasi Penyakit Diabetes Terhadap Serangan Jantung dan Stroke' di Bekasi, Kamis (30/1/2020). (Beritasatu Photo/Mikael Niman)

Bekasi, Beritasatu.com - Rumah Sakit (RS) Siloam Bekasi Sepanjang Jaya, Kota Bekasi, kembali mengingatkan kepada masyarakat akan bahaya penyakit diabetes melitus.

Komplikasi dari penyakit ini akan merusak saluran pembuluh darah sehingga menyebabkan serangan jantung dan strok. Tak hanya berpotensi menyerang masyarakat umum, kalangan dokter pun rawan terhadap penyakit ini.

"Semakin kekinian, penyakit infeksi semakin berkurang. Sedangkan untuk diabetes melitus, yang merupakan penyakit metabolik, semakin banyak timbul karena gaya hidup masyarakat yang berubah," ungkap Direktur RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya, dr Albert Limanto, Kamis (30/1/2020).

Albert mengatakan, penyakit ini tak hanya menyerang masyakat umum namun juga bagi penyedia layanan kesehatan termasuk dokter.

"Provider kesehatan seperti rumah sakit atau klinik, seorang dokter atau pegawai administrasi kerjanya lebih banyak duduk, periksa pasien dengan gerakan yang minimal. Jadi, aktivitas fisiknya berkurang. Bisa dikatakan, justru itu tidak sehat. Itu semua yang bisa menjadi faktor resiko diabetes, jantung, dan strok juga bisa,"papar Albert.

Mencermati kondisi tersebut, kata Albert, RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya menggelar diskusi 'Komplikasi Penyakit Diabetes Terhadap Serangan Jantung dan Stroke' bersama para dokter, pekerja medis di pusat pelayanan kesehatan tingkat I. Hadir sekitar 100 pekerja medis dari berbagai Puskesmas dan klinik di Kota Bekasi.

Diskusi kesehatan ini bekerja sama dengan Mandiri in Health, dengan pembicara para dokter spesialis penyakit dalam, spesialis neurologi serta dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

"Melalui acara gathering ini, kami berharap teman-teman di pusat pelayanan tingkat I dapat mengutamakan pelayanan di Faskes (fasilitas kesehatan) tingkat satu, bagaimana mau merujuk ke rumah sakit yang ada, dengan fasilitas kesehatan lengkap. Ke depan, kita akan sering melakukan silahturahmi seperti ini sambil memberikan diskusi seperti ini," ujar Aat, perwakilan Mandiri in Health Kota Bekasi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon