Anggota DPRD Riau Desak Pemerintah Atasi Sawah Terendam Air Laut

Jumat, 31 Januari 2020 | 09:55 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Anggota DPRD Riau, Markarius Anwar.
Anggota DPRD Riau, Markarius Anwar. (ANTARA)

Pekanbaru, Beritasatu.com - Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Kabupaten Siak dan Pelalawan, Markarius Anwar meminta pemerintah daerah segera mencarikan solusi nyata atas persoalan jebolnya tanggul pembatas pantai hingga air laut merendam sawah masyarakat di Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.

Kejadian itu mengakibatkan sekitar 1.000 hektare lahan persawahan terendam air laut yang sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir.

Dia mengatakan persoalan ini menjadi salah satu fokus kita saat reses kemarin. Menurutnya, terdapat tanggul antara laut dengan persawahan dalam kondisi roboh, lebih 1.000 hektare lahan sawah di sana tidak bisa bercocok tanam.

"Kalau air pasang terbenam lah sawah di sana. Kondisinya sudah terjadi selama enam bulan ini. Ini tentu mengakibatkan kerugian bagi petani," ungkap Markarius Anwar di Pekanbaru, Jumat (31/1/2020).

Padahal, menurut politisi PKS ini, beras hasil pertanian Kuala Kampar merupakan produk andalan Riau, yang tak hanya memenuhi pasokan beras dalam daerah, tetapi juga telah didistribusikan hingga ke Kepulauan Riau.

Namun, dengan jebolnya tanggul pembatas itu mengakibatkan petani terancam tidak bisa bercocok tanam lagi.

"Ini area lahan terbesar di Kabupaten Pelalawan, tak hanya menjadi sumber pasokan beras di Riau tetapi juga terkenal hingga ke Kepri. Dan kualitas produksi berasnya juga luar biasa," ucap pria yang akrab disapa Eka ini.

Eka mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Gubernur Riau Syamsuar. Dia berharap agar pemerintah daerah segera membangun tanggul permanen untuk solusi jangka panjang.

"Saya sudah sampaikan kepada Pak Gubernur bangun tanggul permanen. Namun, setidaknya sekarang kita minta untuk disediakan alat berat dulu untuk memperbaiki tanggul yang rusak. Kalau bisa tanggulnya dinaikkan lagi agar petani bisa secepatnya bercocok tanam dan tidak mengalami kerugian," ucap Eka.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon