Gerindra Tantang Pemilihan Wagub DKI Jakarta Pakai Voting Terbuka
Sabtu, 1 Februari 2020 | 07:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik menantang agar pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta dilakukan dengan mekanisme voting terbuka. Menurut Taufik, pemilihan tidak perlu dilakukan di bilik tertutup, tetapi langsung di tempat terbuka.
"Saya juga menyarankan terbuka. Karena konsepnya, kalau pemilihan umum boleh tertutup di bilik suara. Karena itu hak pribadinya. Kalau ini dipilih oleh anggota DPRD, wakil rakyat. Itu terbuka saja supaya jelas," ujar Taufik saat "Ngobrol Santai bersama Wartawan" di Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).
Menurut Taufik, mekanisme pemilihan cawagub biasanya melalui musyawarah atau voting. Jika tidak mencapai musyawarah, maka akan dilakukan voting.
"Nanti, metodenya akan diputuskan dalam tatib dan rapat paripurna anggota DPRD DKI Jakarta," ungkap dia.
Taufik mengakui optimistis jagoannya, Ahmad Riza Patria bakal terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, dia mengklaim Riza sudah mengantongi dukungan dari 50 persen lebih pemilik hak suara.
"Kita optimis menang-lah, lobi-lobinya sudah lama," tandas dia.
Baca juga: Dua Partai Pengusung Tidak Boleh Jadi Panitia Pemilih Pemilihan Wagub DKI
Pada kesempatan itu, Riza Patria mengatakan dirinya cenderung memilih musyawarah terlebih dahulu dalam pemilihan cawagub DKI Jakarta. Menurut Riza, musyawarah maupun voting merupakan mekanisme yang demokratis.
"Kalau di aturan sebetulnya tidak harus voting. Itu kan pilihan kedua. Kita hormati anggota DPRD yang punya hak pilih untuk musyawarah terlebih dahulu. Sama seperti saya di DPR RI atau kemarin pemilihan Ketua MPR. Jadi kalau saya sendiri selama kita bisa musyawarah mufakat, kenapa harus voting?" ungkap Riza.
Terkait tahapan pemilihan Wagub DKI Jakarta, Taufik menjelaskan bahwa DPRD akan menggelar rapat pimpinan gabungan (rapimgab) untuk membahas dan memantapkan tata tertib (tatib) pemilihan pada 6 Februari 2020. Kemudian, dilanjutkan dengan rapat paripurna pengesahan tatib dan pemilihan panitia pemilihan (Panlih).
Panlih akan melakukan verifikasi dan pemeriksaan administrasi cawagub DKI Jakarta. Termasuk kemungkinan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan cawagub.
"Lalu, dilakukan Rapat Badan Musyawarah untuk menentukan teknis Rapat Paripurna dan pertengahan Februari 2020, DKI Jakarta akan punya wagub baru," pungkas Taufik.
Baca juga: Pekan Depan, Cawagub Gerindra Sowan ke Fraksi-Fraksi DPRD DKI
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




