Pasukan Suriah Bantai Lebih dari 200 Orang Penduduk Desa

Jumat, 13 Juli 2012 | 17:46 WIB
AU
B
Penulis: AFP/ Dewi Ria Utari | Editor: B1
Konvoi pasukan Suriah
Konvoi pasukan Suriah (AFP)
Masjid tempat berlindung penduduk ditembaki oleh militer.

Pasukan pemerintah Suriah dengan menggunakan tank dan helikopter membantai lebih dari 150 orang di provinsi pusat Hama, demikian menurut pengamatan Observatori Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Sementara seorang pemimpin pemberontak menghitung korban lebih dari 200 orang.

Pasukan pemerintah pada Kamis (12/7) membombardir pedesaan menggunakan tank dan helikopter, menurut Observatori, yang sebelumnya menetapkan jumlah korban sekitar 100 orang.

Kepala Observatori, Rami Abdel Rahman mengatakan pada AFP melalui telepon bahwa tubuh 30 orang desa telah diidentifikasi setelah serangan berkelanjutan yang menjadikan total korban lebih dari 200 orang.

Pemimpin pemberontak, Abu Mohamad, mengatakan bahwa pada Jumat pagi, serangan yang menggunakan helikopter, tank, dan berbagai roket segala ukuran, telah menewaskan lebih dari 200 orang penduduk desa.

Abu Mohamad mengatakan ia sudah melakukan kontak telepon dengan seorang penduduk Treimsa yang menyatakan padanya bahwa pasukan pemerintah berada di perbukitan sekitar beberapa kilometer di luar kota.

Pasukan dan Shabiha, pro-rezim milisi yang dikatakan mendampingi pasukan untuk memastikan mereka tidak melarikan diri, mulai membombardir Treimsa pada Kamis sekitar 11 siang dan berakhir sekitar pukul sembilan malam.

Nammun seorang aktivis Hama yang mengenalkan dirinya sebagai Abu Ghazi kepada AFP melalui Skype bahwa pasukan rezim memulai menembaki desa sekitar pukul enam pagi.

“Kemudian dilanjutkan bentrokan dengan pemberontak Free Syrian Army (FSA), namun FSA tidak menguasai wilayah Treimsa dan tidak bisa bertempur cukup lama,” kata aktivis itu.

“Jumlah orang yang mati banyak sekali sebagian karena pihak militer menembaki sebuah masjid tempat sejumlah orang berlindung, mengobati yang luka, dan bersembunyi dari bom. Namun sangat terlihat bahwa pihak rezim tidak memiliki batas. Masjid ditembaki, dan menewaskan orang-orang di dalamnya,” kata Abu Ghazi.

Desa yang berpopulasi 7000 orang ini sekarang kosong. Semua orang mati atau melarikan diri.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon