Wahid Institute: Polisi Harus Usut Kekerasan terhadap Ahmadiyah
Jumat, 13 Juli 2012 | 22:01 WIB
Peristiswa memalukan menjelang bulan suci Ramadan.
Menanggapi kekerasan yang kembali dialami jemaat Ahmadiyah Jumat (13/7) siang, di Kampung Cisalada, Ciampea, Kabupaten Bogor, the Wahid Institute (WI) mendesak polisi untuk sigap dan serius melindungi warga jemaat Ahmadiyah dari kekerasan.
Aparat juga diminta bertindak tegas mengambil tindakan hukum kepada siapapun yang melakukan kekerasan dan atas nama apapun.
"Jika dibiarkan ini hanya akan membenarkan sorotan dunia internasional dalam sidang kajian universal berkala (UPR) Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu tentang menurunnya toleransi di Indonesia," terang Rumadi Koordinator Program WI seperti disitat dari wahidinstitute.org, Jumat (13/7).
Kasus sorotan negatif yang dimaksud Rumadi itu tidak lain sikap kritis puluhan negara terhadap kasus-kasus intoleransi di Indonesia dalam sidang Dewan HAM PBB melalui mekanisme UPR di Jenewa, Swiss, Mei lalu.
Di sidang tersebut, Indonesia dievaluasi 74 negara di dunia dalam sesi ke-13. Sekitar 40 persennya memberi perhatian serius terhadap kasus-kasus intoleransi salah satunya kasus Ahmadiyah dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin.
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini juga menyatakan untuk menghilangkan citra buruk tersebut, tindakan nyata adalah langkah paling tepat untuk membantahnya.
Kenyataannya, justru kekerasan jelang bulan suci Ramadan itu menurut Rumadi sungguh memperihatinkan dan memalukan. "Bukan membersihkan diri tapi malah mengumbar amarah," tukasnya.
"Serangan itu, apapun alasannya merupakan tindakan melawan hukum yang tak bisa dibiarkan."
Untuk itu pihaknya mengajak seluruh pihak untuk menciptakan suasana khusuk dan khidmat menjelang Ramadan dengan perilaku ramah dan damai, bukan sebaliknya.
Seperti diberitakan media daring, aksi kekerasan itu di Cisalada terjadi selepas salat Jumat. Sekelompok orang memblokir jalan menuju permukiman Ahmadiyah dengan bambu dan bebatuan. Seorang ditemukan terluka bacok, lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Menanggapi kekerasan yang kembali dialami jemaat Ahmadiyah Jumat (13/7) siang, di Kampung Cisalada, Ciampea, Kabupaten Bogor, the Wahid Institute (WI) mendesak polisi untuk sigap dan serius melindungi warga jemaat Ahmadiyah dari kekerasan.
Aparat juga diminta bertindak tegas mengambil tindakan hukum kepada siapapun yang melakukan kekerasan dan atas nama apapun.
"Jika dibiarkan ini hanya akan membenarkan sorotan dunia internasional dalam sidang kajian universal berkala (UPR) Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu tentang menurunnya toleransi di Indonesia," terang Rumadi Koordinator Program WI seperti disitat dari wahidinstitute.org, Jumat (13/7).
Kasus sorotan negatif yang dimaksud Rumadi itu tidak lain sikap kritis puluhan negara terhadap kasus-kasus intoleransi di Indonesia dalam sidang Dewan HAM PBB melalui mekanisme UPR di Jenewa, Swiss, Mei lalu.
Di sidang tersebut, Indonesia dievaluasi 74 negara di dunia dalam sesi ke-13. Sekitar 40 persennya memberi perhatian serius terhadap kasus-kasus intoleransi salah satunya kasus Ahmadiyah dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin.
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini juga menyatakan untuk menghilangkan citra buruk tersebut, tindakan nyata adalah langkah paling tepat untuk membantahnya.
Kenyataannya, justru kekerasan jelang bulan suci Ramadan itu menurut Rumadi sungguh memperihatinkan dan memalukan. "Bukan membersihkan diri tapi malah mengumbar amarah," tukasnya.
"Serangan itu, apapun alasannya merupakan tindakan melawan hukum yang tak bisa dibiarkan."
Untuk itu pihaknya mengajak seluruh pihak untuk menciptakan suasana khusuk dan khidmat menjelang Ramadan dengan perilaku ramah dan damai, bukan sebaliknya.
Seperti diberitakan media daring, aksi kekerasan itu di Cisalada terjadi selepas salat Jumat. Sekelompok orang memblokir jalan menuju permukiman Ahmadiyah dengan bambu dan bebatuan. Seorang ditemukan terluka bacok, lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




