Mensos Ajak Rumah Zakat Berkolaborasi dalam Penyaluran Bantuan
Kamis, 6 Februari 2020 | 17:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga amal dipandang berperan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu Kementerian Sosial RI berupaya untuk menjalin kerja sama dengan lembaga amal dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Menteri Sosial RI, Juliari Peter Batubara mengatakan salah satu lembaga amal yang telah terbukti memberi dampak bagi peningkatan taraf hidup masyarakat adalah Rumah Zakat.
"Keberadaan Rumah Zakat sejak 22 tahun lalu tentu membuat pengelolaan lembaga filantropi paling baik diantara yang lain. Begitu pula dengan jumlah dana yang mampu dihimpun," ujarnya pada peluncuran gerakan Kebahagiaan Indonesia #DimulaiDariKita yang digagas Rumah Zakat di Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Untuk itu sambung Juliari, pemerintah berkepentingan untuk menjalin kolaborasi dengan Rumah Zakat agar program yang digulirkan Kemensos dapat berhasil.
Disebutkan bahwa, setidaknya terdapat tidak bentuk kolaborasi yang bisa dijalin pemerintah dengan Rumah Zakat yaitu, pertama dari sisi penyaluran bantuan. Pemerintah dan Rumah Zakat berkolaborasi untuk memperluas jangkauan bantuan hingga daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh.
Kedua kolaborasi bisa meminimalkan overlap dari penerima bantuan sehingga nantinya tidak ada yang menerima bantuan dalam bentuk yang sama secara bersamaan dari dua lembaga berbeda. Sementara di lain sisi ada masyarakat yang juga butuh tidak tersentuh. Ketiga, menurutnya kolaborasi dalam bentuk teknologi dan informasi agar dapat mengidentifikasi dan mendristribusikan bantuan secara tepat dan efektif.
Gerakan Kebahagiaan
Sementara dalam rangka memperluas jangkauan bantuan untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Rumah Zakat meluncurkan gerakan Kebahagiaan Indonesia #DimulaiDariKita.
Gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia berbagi dan membahagiakan sesama yang membutuhkan. Rumah Zakat menargetkan sebanyak 2.814 Desa Berdaya di 34 provinsi dapat terbangun, 2,5 juta orang terbantu, serta menurunkan kemiskinan dari 40% penerima manfaat pada 2020.
"Gerakan ini butuh didukung oleh banyak pihak, sebab kami menyadari bahwa Kebahagiaan Indonesia dapat terwujud jika kita berkolaborasi dan berkomitmen pada diri sendiri untuk membangun negara ini. Kami akan mengoptimalkan beragam kanal baik offline maupun digital untuk menyosialisasikan Kebahagiaan Indonesia agar kita bersama dapat membantu lebih banyak orang yang membutuhkan, serta meningkatkan indeks kebahagiaan negara Indonesia," ujar CEO Rumah Zakat Nur Efendi.
Dalam paparannya di acara peluncuran gerakan Kebahagiaan Indonesia, Nur Efendi menyampaikan bahwa selama 22 tahun Rumah Zakat menjembatani 300.000 donatur untuk berbagi dan membahagiakan lebih dari 34 juta penerima layanan manfaat yang membutuhkan lewat program pemberdayaan terintegrasi bernama Desa Berdaya.
Di tahun 2019, bersama para donatur, Rumah Zakat telah membangun 1.620 Desa Berdaya dari Aceh sampai Papua.
Desa Berdaya sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat terintegrasi yang disesuaikan dengan potensi desa. Rumah Zakat menempatkan satu relawan inspirasi di desa berdaya yang bertugas mendampingi dan menjadi fasilitator pemberdayaan bagi warga desa. Untuk memajukan perekonomian warga, Desa Berdaya membangun Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) yang memiliki beragam unit usaha.
"Alhamdulillah atas kontribusi semua pihak, di tahun 2019 sebanyak 41% dari mustahik yang kita bina meningkat kesejahteraannya, dan 21,4% keluar dari garis kemiskinan" ujar Nur Efendi.
Lebih jauh dikatakan, program Desa Berdaya yang memiliki ruang lingkup ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan tersebut diharapkan dapat berpartisipasi pada pencapaian SDGs. Tercatat bahwa program yang diusung Rumah Zakat bersama para donatur dan mitra memiliki kontribusi pada 28 target dan 56 indikator SDGs.
Selain berkontribusi dalam pemberdayaan, Rumah Zakat pun aktif dalam aksi penanggulangan bencana dan kemanusiaan di 8 negara. Tercatat 3.107 relawan Rumah Zakat telah menyalurkan bantuan para donatur dan mitra dalam 312 aksi kemanusiaan dan kebencanaan untuk membantu 400.000 penerima manfaat.
Hal tersebut menjadi salah satu pemicu Rumah Zakat untuk memperluas kebermanfaatan, tak hanya bagi negara Indonesia melainkan juga untuk masyarakat global. Sehingga tahun ini Rumah Zakat bertransformasi menjadi World Digital Philantrophy Organization.
"Kami ingin memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dunia dalam berbagi dan membahagiakan sesama tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, kami berharap dapat menyebarkan kebaikan dengan jangkauan yang lebih luas," tutur Nur Efendi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




