5 TKA Tiongkok Masih Dikarantina
Minggu, 9 Februari 2020 | 16:31 WIB
Karo, Beritastau.com - Lima tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok, sampai Minggu (9/2/2020) sore, masih menjalani proses karantina di kawasan proyek PLTA Kandibata di Desa Kandibata, Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut). Mereka diisolasi guna mengantisipasi penyebaran virus korona.
"Mereka masih menjalani proses pemeriksaan kesehatan di lokasi karantina. Sejauh ini, belum ada terlihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Petugas kesehatan rutin memantau kesehatan mereka. Kondisi TKA itu masih sehat dan baik," ujar pekerja PLTA di Desa Kandibata, Tanah Karo, Ginting (45).
Ginting mengatakan, kelima TKA itu merupakan pekerja proyek PLTA yang terdiri dari empat orang pria dan seorang wanita. Mereka datang dari negaranya dan masuk ke Indonesia melalui Bandara Kualanamu, akhir Januari dan awal Februari 2020 kemarin.
"Tiga orang di antaranya tiba pada Jumat (31/1/2020), sedangkan dua lainnya sampai pada Senin (3/2/2020). Lokasi karantina dilakukan di bangunan tersendiri yang ada di dalam kompleks," katanya.
Ginting menyampaikan, kelima pekerja asal Tiongkok itu menjalani proses karantina setelah adanya permintaan dari perusahaan PLTA maupun pekerja proyek. Kelima TKA ini pun mengikuti prosedur dan memaklumi kekhawatiran merebaknya virus korona melalui tubuhnya.
"Mereka sudah melalui berbagai pemeriksaan kesehatan. Baik itu saat melalui Bandara Kualanamu maupun setibanya di lokasi proyek. Kelimanya juga sudah disemprot disinfektan dan tidak dibenarkan melakukan kontak dengan pekerja lain," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Irna Safrina Sembiring Meliala menyampaikan, pihaknya sudah memeriksa dan memantau kesehatan kelima pekerja itu sejak tiga hari lalu. Langkah itu akan terus dilakukan selama 14 hari.
Pihak Dinas Kesehatan Karo juga memerintahkan upaya antisipasi, seperti meminimalisasi kontak dengan kelima WN Tiongkok yang baru tiba itu. Para pekerja lain juga disarankan untuk tetap memakai masker
"Yang memberikan makanan, pakai rantang, juga pakai masker dan sarung tangan. Orangnya pun jangan ganti-ganti, yang itu-itu saja. Untuk meminimalisiasi kontak. Petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan pun tidak akan bertukar-tukar. Dua orang saja yang terus masuk," ungkap Irna.
Ditambahkan, pemeriksaan kesehatan rutin terhadap kelima pekerja Tiongkok ini dilakukan dengan waktu acak.
"Misalnya tadi kita datang jam 10, besok jam 8 pagi, supaya mereka tidak bisa antisipasi. Supaya jangan sampai kalau kita datang dia minum penurun panas. Tapi saya yakin mereka tidak berani. Mereka juga takut," sebut Irna.
Sejauh ini kelima WN Tiongkok itu masih dalam kondisi sehat. Jika ada tanda-tanda yang mengarah ke pneumonia yang diakibatkan coronavirus, mereka akan langsung dikirim ke RSUP H Adam Malik. "Kami yang melakukan kontak dengan dia juga dibawa ke (RSUP) Adam Malik untuk diisolasi juga selama 14 hari," sebutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




