Kubu Mulfachri Ancam Boikot Kongres, Pengamat: Terlihat Siapa yang Akan Kalah

Senin, 10 Februari 2020 | 20:09 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Petugas menyiapkan kelengkapan tanda peserta Kongres V PAN 2020 di salah satu hotel di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/2/2020). Salah satu agenda Kongres V PAN yang berlangsung 10-12 Februari 2020 itu yakni guna memilih Ketua Umum PAN periode 2020-2025.
Petugas menyiapkan kelengkapan tanda peserta Kongres V PAN 2020 di salah satu hotel di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/2/2020). Salah satu agenda Kongres V PAN yang berlangsung 10-12 Februari 2020 itu yakni guna memilih Ketua Umum PAN periode 2020-2025. (ANTARA FOTO/Jojon)

Kendari, Beritasatu.com – Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami kericuhan, Senin, (10/2/2020). Kericuhan dipicu oleh kelompok pendukung calon ketua umum PAN, Mulfachri Harahap yang tidak terima dengan daftar peserta kongres, massa berteriak meminta agar kongres diboikot dan menutup pendaftaran.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menyayangkan kericuhan ini terjadi. Menurutnya, ricuh PAN tidak terlepas dari dinamika kongres yang semakin memanas. 

"Kerusuhan itu biasanya sangat terkait dinamika dukungan di kongres yang semakin memanas. Mulai terlihat jelas siapa yang kemungkinan besar menang dan kalah," ujar Adi, Senin (10/2/202).

Direktur Eksekutif Parameter Politik ini menyatakan, biasanya ricuh dimunculkan oleh calon yang sedang dalam posisi kurang dukungan. Gesekan diciptakan untuk mencari waktu tambahan, sehingga bisa melakukan lobi-lobi tambahan agar dukungan bertambah.

"Kongres dibikin chaos biar ada waktu lobi-lobi dukungan," katanya. Singkatnya, Adi ingin mengatakan bahwa posisi saat ini Mulfachri Harahap selaku calon ketua umum yang ikut berkompetisi dalam keadaan yang kurang menguntungkan. "Jadi mulai terlihat jelas siapa yang kemungkinan besar menang dan kalah," pungkasnya.

Pendaftaraan Sesuai SOP

Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Farazandy Fidinansyah mengatakan para voters atau daftar pemilih yang berhak untuk mengikuti kongres sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu.

"Semuanya sudah sesuai SOP. Daftar pemilih sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu. Jadi kalau ada yang rusuh, berarti memang mau merusuh," ujarnya.

Farazandy menilai ada oknum yang tak ingin demokrasi di partainya berjalan. "Ada sekelompok orang di PAN tidak ingin demokrasi berjalan. Cara lama ini. Jangan karena tidak pandai menari, lantai yang disalahkan," kata Farazandy kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Loyalis caketum PAN, Zulkifli Hasan, itu mengatakan para oknum itu memang sengaja berbuat rusuh di Kongres PAN. Sebab, menurut Farazandy, kongres telah digelar sesuai dengan mekanisme partai.

Farazandy pun menegaskan pihaknya tak akan tinggal diam. Dia juga menyinggung pihak lawan yang membawa tukang pukul untuk merusuh di Kongres PAN.

"Kami dari pihak Zulkifli Hasan tidak akan tinggal diam. Jangan takut-takuti orang bawa tukang pukul begitu. Kami lawan sampai titik darah penghabisan," tutup Farazandy.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon