Noken, Suvenir PON 2020 yang Pekat dengan Budaya Papua
Rabu, 12 Februari 2020 | 01:18 WIB
MIMIKA, Beritasatu.com - Di pesta olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, budaya Papua menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, kekayaan budaya Papua ini sangat pekat dalam segala aspek penyelenggaraan PON termasuk bidang pemasaran.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Mimika, Ida Wahyuni mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai suvenir untuk dipasarkan termasuk tas tradisional masyarakat Papua atau noken yang dipadukan dengan bordiran PON.
"Ada dua konsep noken dari dua suku yang berasal dari Kabupaten Mimika. Kita ingin menonjolkan kearifan lokal yang ada di sini," ujar Ida dalam kegiatan ramah tamah Pemkab Mimika-Kemenpora-KONI-pejabat di Kantor Staf Presiden di Rimba Papua Hotel, Mimika, Selasa (11/2/2020).
Terbuat dari jenis rumputan dan serat kayu, proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Keunikannya karena diletakkan di kepala turut menjadikan noken sebagai warisan kerajinan tangan yang diakui oleh UNESCO. Noken juga kaya akan filosofi yakni sebagai simbol sumber kehidupan. Sebab, tas multi-fungsi ini digunakan untuk membawa sayur-mayur maupun menggendong anak.
"Noken ini memiliki filosofi yang sangat berarti. Ini merupakan kerajinan tradisional dan dibuat secara kelompok. Proses pembuatannya juga mencapai sekitar dua minggu hingga satu bulan," tambah Ida.
Tak hanya untuk memperkenalkan budaya Papua, keberadaan suvenir ini diharapkan dapat berdampak positif pada perekonomian di Mimika.
Ida menjelaskan, noken akan dipasarkan dengan harga bervariasi mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 3 juta. Sedangkan, suvenir aksesoris seperti tumbler, pin, kaos akan dipasarkan dengan harga Rp 35.000 hingga Rp 500.000.
"Akhir Februari nanti mulai dipasarkan. Penjualan nantinya ada di supermarket, ruko, pameran, setiap venue, hingga bandara. Untuk penjualan secara online sedang disiapkan. Kita menyediakan sekitar dua ribu suvenir. Target, semoga nanti habis terjual," harap Ida.
Mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mengapresiasi pekatnya budaya Papua pada PON 2020.
"Ini sangat baik, bagian dari mengenalkan budaya. Kita optimis, PON di Papua berlangsung sukses, lancar, dan aman. Kita mendukung itu, buat kesan positif kepada tamu yang hadir nanti. Promosikan tentang budaya disini, hingga potret wisata. Sukses menjadi tuan rumah, juga sukses prestasi," tutup Isnanta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




