Hartati Murdaya dan PT HIP 'Bohir' Kampanye SBY-Boediono
Minggu, 15 Juli 2012 | 16:04 WIB
Hartati Murdaya adalah salah satu pengusaha yang mendukung kampanye SBY-Boediono.
KPK sedang menyelidiki dugaan keterlibatan Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation (HIP) Siti Hartati Murdaya dalam kasus dugaan suap kepada Bupati Buol Amran Batalipu.
Namun sebenarnya sudah sejak lama PT HIP terlibat dalam pendanaan politik.
Salah satunya yang jelas adalah saat menjadi penyumbang terbesar kepada SBY-Boediono pada kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2009.
Nama PT HIP jelas tertera sebagai salah satu penyumbang terbesar untuk SBY-Boediono, namun bermasalah karena tidak melampirkan fotokopi akte tapi hanya NPWP.
Besaran sumbangan perusahaan itu adalah Rp1,650 miliar.
Hal itu terungkap dalam laporan audit independen dana Pemilu 2009 dan penggunaannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Usman dan Rekan.
Secara pribadi, pada laporan itu disebut, Hartati Murdaya menyumbang uang kampanye lagi pada pasangan itu sebesar Rp750 juta.
Hartati merupakan pengusaha yang saat ini dicegah KPK untuk masa enam bulan terkait kasus suap bupati Buol oleh PT Hardaya Inti Plantation (HIP) miliknya.
KPK menangkap Bupati Buol, Amran Batalipu di rumahnya di Buol, Sulawesi Tengah, Jumat (6/7) pekan lalu.
Terkait kasus ini, KPK mengeluarkan surat perintah cegah terhadap Hartati Murdaya sejak 28 Juni lalu.
Selain mencegah Hartati, KPK juga mencegah Bupati Buol, Amran Batalipu, Benhard, Sirithonn dan Arim yang merupakan staf dari PT Hardaya Inti Plantations. Hartati diketahui merupakan pemilik dari PT Hardaya Inti Plantations.
KPK turut pula mencegah Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantations Totok Lestiyo, Soekirno karyawan PT Hardaya Inti Plantations dan Kirana Wijaya, dari PT Cipta Cakra Murdaya.
Sebelumnya, juga terungkap PT HIP ikut urunan dana mendukung pencalonan Bupati Buol di pemilihan kepala daerah belum lama ini.
KPK sedang menyelidiki dugaan keterlibatan Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation (HIP) Siti Hartati Murdaya dalam kasus dugaan suap kepada Bupati Buol Amran Batalipu.
Namun sebenarnya sudah sejak lama PT HIP terlibat dalam pendanaan politik.
Salah satunya yang jelas adalah saat menjadi penyumbang terbesar kepada SBY-Boediono pada kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2009.
Nama PT HIP jelas tertera sebagai salah satu penyumbang terbesar untuk SBY-Boediono, namun bermasalah karena tidak melampirkan fotokopi akte tapi hanya NPWP.
Besaran sumbangan perusahaan itu adalah Rp1,650 miliar.
Hal itu terungkap dalam laporan audit independen dana Pemilu 2009 dan penggunaannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Usman dan Rekan.
Secara pribadi, pada laporan itu disebut, Hartati Murdaya menyumbang uang kampanye lagi pada pasangan itu sebesar Rp750 juta.
Hartati merupakan pengusaha yang saat ini dicegah KPK untuk masa enam bulan terkait kasus suap bupati Buol oleh PT Hardaya Inti Plantation (HIP) miliknya.
KPK menangkap Bupati Buol, Amran Batalipu di rumahnya di Buol, Sulawesi Tengah, Jumat (6/7) pekan lalu.
Terkait kasus ini, KPK mengeluarkan surat perintah cegah terhadap Hartati Murdaya sejak 28 Juni lalu.
Selain mencegah Hartati, KPK juga mencegah Bupati Buol, Amran Batalipu, Benhard, Sirithonn dan Arim yang merupakan staf dari PT Hardaya Inti Plantations. Hartati diketahui merupakan pemilik dari PT Hardaya Inti Plantations.
KPK turut pula mencegah Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantations Totok Lestiyo, Soekirno karyawan PT Hardaya Inti Plantations dan Kirana Wijaya, dari PT Cipta Cakra Murdaya.
Sebelumnya, juga terungkap PT HIP ikut urunan dana mendukung pencalonan Bupati Buol di pemilihan kepala daerah belum lama ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




