Stafsus Mendagri: KNPI Harus Manfaatkan Momentum Bonus Demografi
Sabtu, 22 Februari 2020 | 20:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) harus bisa memanfaatkan bonus demografi yang akan dicapai Indonesia pada 2030. Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI harus mengenali potensi yang dimiliki Indonesia saat ini.
Hal itu dikatakan Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Kastorius Sinaga, saat memberikan ceramah pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KNPI di Jakarta, Jumat (21/2/2020). "Kaum muda atau sering disebut sebagai generasi Y (milenial) dan Z, yaitu kelompok penduduk berusia di bawah 39 tahun, menempati porsi terbanyak sebesar 63% atau 167,6 juta jiwa di dalam struktur piramida demografi Indonesia saat ini," ujar Kastorius, yang ditugaskan oleh Mendagri Tito Karnavian untuk mengisi materi ceramah dalam Rakornas KNPI itu.
Rakornas KNPI diikuti 200 orang DPP KNPI, Ketua KNPI seluruh provinsi se-Indonesia, Ketua BEM se-Jakarta, dan elemen-elemen ormas pemuda. Rakornas bertema "Outlook 2020: Politik Berkarakter untuk Indonesia Kuat" itu dihadiri juga juga Komisioner KPU Pramono Ubaid dan anggota Bawaslu, M Afifuddin.
Kastorius mengatakan, kaum muda dengan jumlah 160 juta lebih itu adalah harapan dan sekaligus tulang punggung Indonesia di masa depan. Terlebih, dalam kaitan dengan prediksi ekonomi, bahwa 2030 Indonesia akan menempati peringkat ke-10 terbesar di dunia dilihat dari skala PDB.
"Oleh karena itu, generasi muda usia produktif tersebut merupakan bonus demografi bagi Indonesia," kata Kastorius yang juga dikenal sebagai sosiolog dari Universitas Indonesia itu.
Dari sisi ketersediaan sumber daya alam, ujarnya, posisi strategis Indonesia terletak di persilangan geopolitik yang dinamis. Sementara, dari sisi potensi demografi, Indonesia sangat memiliki peluang emas menjadi negara kuat di masa depan.
"Sementara, negara-negara lain, seperti Jepang, Singapura, dan Taiwan saat ini mengalami tren faktual aging population atau negara dengan populasi usia tua. Kita, Indonesia, sebaliknya, memiliki generasi milenial yang enerjik yang dapat menggerakkan mata rantai produksi dan konsumsi yang sangat tinggi berbasis kemajuan teknologi informasi," ujarnya.
Menurut Kastorius, KNPI harus mengenali potensi tersebut. KNPI juga harus mengenali perangai atau karakter generasi tersebut, yang sangat berbeda dengan generasi baby boomers pendahulunya.
KNPI juga harus secara kreatif dan berperan aktif untuk mengisi pembentukan karakter politik yang kuat bagi kaum muda dengan menggunakan kemajuan TI. Salah satu langkah yang disarankan Kastorius untuk dilakukan oleh KNPI adalah pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila berbasis TI secara kreatif.
"Terus terang, dampak demokrasi elektoral yang terjadi di Indonesia telah menyuburkan karakter sempit berupa menjamurnya sikap intoleransi di masyarakat kita. Ini akibat eksploitasi berlebihan atas politik identitas berbasis agama dan etnik untuk tujuan politik praktis pilkada atau pemilu lainnya. Terlebih lagi dengan dominasi media sosial yang digunakan untuk menebar kebohongan dan kebencian terhadap perbedaan di atas tren post truth yang memanipulasi sentimen identitas. Kaum muda kita sangat rentan terpapar ke dalam paham-paham radikal yang menyesatkan," ujar Kastorius.
Padahal, kata dia, bila dilihat lebih jauh, terdapat energi positif yang menjadi basis kekuatan kaum muda milenial Indonesia. Energi positif ini terletak di dalam karakter khas kaum muda milenial, seperti akrab dengan teknologi informasi, bergerak sesuai passion, memiliki pola komunikasi terbuka, antifeodalisme, dan menyukai tantangan dan kreatifitas.
Bila ke dalam karakter positif ini nilai-nilai Pancasila, seperti unity in diversity (persatuan di dalam keberagaman), nilai-nilai kecintaan atas tanah air dan kemanusiaan ditanamkan, selain membangun ekosistem kewirausahaan dan cipta lapangan kerja yang saat ini sangat gencar dilakukan pemerintah, maka kelak kita akan melihat Indonesia unggul yang kuat sebagai bangsa," tutur Kastorius.
Untuk itu, KNPI harus melihat celah peluang sekaligus tantangan tersebut dan mau mereformasi diri sebagi simpul penting untuk pemupukan dan pengembangan talenta bagi kaum muda.
"KNPI harus banting setir mengubah paradigma lamanya, dari sekadar 'broker kekuasaan politik' menjadi 'rumah kreatif' bagi kaum muda milenial Indonesia," ujar Kastorius.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




