Pilkada Banggai Diprediksi Jadi Pertarungan Petahana dan Amiruddin
Jumat, 28 Februari 2020 | 20:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banggai 2020 diprediksi bakal sengit. Temuan sejumlah lembaga survei menyebut Pilkada Banggai bakal menjadi pertarungan antara petahana Herwin Yatim dengan penantang kuatnya Amiruddin Tamoreka atau yang dikenal dengan nama Haji Amir.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) pada tanggal 17 sampai 23 Februari 2020, elektabilitas kandidat kategori Top of Mind calon Bupati Banggai 2020 adalah Herwin Yatim dengan prosentase 31,4 persen, kemudian disusul Amiruddin Tamoreka 18,3 persen, dan calon lainnya Mustar Labolo 9,8 persen.
Selain ketiga nama tersebut, Top of Mind Calon Bupati Banggai masih terdapat nama Ma'mun Amin dengan presentase 5,4 persen, kemudian Samsul Bahri Mang 5,1 persen dan Sri Indraningsih Lalusa 2,9 persen.
Selain Top of Mind, Elektabilitas kandidat secara tertutup juga menempatkan nama Herwin Yatim dengan prosentase 34,4 persen, disusul Amiruddin Tamoreka 19,1 persen dan Mustar Labolo 10,7 persen.
Sementara nama lain selain tiga kandidat tersebut masih di bawah angka 10 persen.
Peneliti LSPI Rachmayanti Kusumaningtyas, survei yang digelar pihaknya menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 4,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Survei ini dilakukan dalam bentuk kuesioner dengan pertanyaan tertutup dan terbuka dengan 440 responden berusia 17 tahun lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan," kata Rachma, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Rachma menjelaskan, melihat presentase hasil survei elektabilitas Top of Mind tersebut, diprediksi Pilkada Banggai 2020 bakal menjadi pertarungan sengit antara Amiruddin Tamoreka dan petahana Herwin Yatim. Hal ini melihat elektabilitas keduanya.
"Sangat sulit untuk Pilkada Banggai dengan pertarungan tiga kandidat, karena elektabilitas petahana dengan penantang tidak terlalu jauh. Belum lagi dengan sejumlah nama kandidat yang presentasenya di bawah 10 persen, dan undecided voter 19,6 persen," jelasnya.
Peluang Amiruddin, kata Rachma, sangat terbuka untuk menang jika terjadi head to head. Menurutnya, para penantang dengan elektabikitas yang bagus akan mempunyai nilai tawar yang kuat tersendiri. Di sisi lain, elektabilitas petahana dinilai stagnan. Padahal, kata Rachma, elektabilitas petahana semestinya sudah berada di angka 40 persen lebih.
"Pilkada memang masih beberapa bulan lagi, semua kondisi masih dinamis, namun jika tren penantang semakin menanjak, maka petahana akan terancam dan harus bersiap-siap melakukan langkah dan strategi khusus," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




