Temui Menteri PPN, Gubernur Aceh Minta Penambahan Proyek Nasional
Sabtu, 14 Maret 2020 | 15:50 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com - Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa untuk mendukung usulan penambahan proyek strategis nasional di Aceh. Sebab, proyek-proyek yang diusulkan dapat mendukung perekonomian Aceh.
Hal ini disampaikan pada rapat kerja bersama Menteri PPN terkait isu strategis pembangunan di Aceh di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Jumat (13/3/2020).
"Semua proyek yang kami usulkan ini sangat erat kaitannya dengan peningkatan akses ekonomi bagi masyarakat serta
dapat membuka ruang investasi lebih luas bagi dunia usaha," ujar Nova.
Adapun proyek strategis yang diusulkan berkaitan dengan pariwisata. Di antaranya adalah pembangunan kawasan strategis pariwisata nasional dataran tinggi Gayo Alas, kawasan ekonomi khusus (KEK) Pantai Barat Selatan, terowongan Geurutee, serta infrastruktur pendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional ke-21 tahun 2024.
Usulan lainnya juga meliputi infrastruktur Aceh seperti infrastruktur pendukung di luar KEK Arun Lhokseumawe, pembangunan jalan nasional Geumpang-Pameu, serta jaringan daerah irigasi Krueng Pase dan Alue Ubay. Tak hanya itu, Nova berharap pemerintah dapat menyoroti pengendalian banjir khususnya di Aceh Singkil, serta Krueng Dripa dan Tamiang.
"Kami sangat berharap agar usulan ini dapat diterima, sehingga proyek nasional ini dapat memperkuat program pembangunan di tingkat daerah yang kami laksanakan," ujar Nova.
Adapun usulan Nova mendapatkan tanggapan baik dari Menteri PPN.
"Usulan-usulan itu akan kita perjuangkan, kita jadikan prioritas hingga tahun 2024," ujar Suharso.
Mulai tahun 2021, pihaknya akan mengundang para gubernur dari seluruh provinsi untuk mempresentasikan prioritas pembangunan di masing-masing daerah.
Pada kesempatan itu Suharso juga menyebut, dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah, mulai tahun 2021 pihaknya akan mengundang para gubernur dari seluruh provinsi untuk mempresentasikan apa yang menjadi prioritas pembangunan di daerah masing-masing.
Dengan ini, penyusunan rencana kerja pemerintah dapat disinkronkan dengan pemerintah daerah.
"[Ini dilakukan] agar tidak terjadi program-program yang misleading. Selama ini, daerah tidak tahu dan tiba-tiba saja ada proyek nasional di daerahnya. Maka dari itu, mulai sekarang kami mengajak daerah untuk tahu dan bahkan ikut mengusulkan," imbuhnya.
Sebagai informasi, kunjungan Suharso di Aceh diawali dengan peninjauan pembangunan tol Trans Sumatera Banda Aceh-Sigli. Ia mengapresiasi progres pembangunan tol, khususnya pada Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang, yang telah mencapai 81,84 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




