Anies Kembalikan Frekuensi Transportasi Publik

Senin, 16 Maret 2020 | 22:51 WIB
YP
IC
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: CAH
Warga menunggu kebrangkatan jasa transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Senin, 16 Maret 2020.
Warga menunggu kebrangkatan jasa transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Senin, 16 Maret 2020. (Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengembalikan frekuensi transportasi publik mulai dari Transjakarta, MRT hingga LRT. Sebelumnya, Anies membatasi jumlah frekuensi transportasi tersebut untuk mencegah penularan virus corona, namun kebijakan ini membuat antrean panjang dan penumpukan penumpang.

Anies mengembalikan frekuensi transportasi publik tersebut menyusul adanya arahan Presiden Joko Widodo agar transportasi publik tetap disediakan.

"Sesuai arahan Presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat, maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Meski demikian, Anies mengatakan Pemprov DKI tetap menerapkan social distancing measure (membatasi interaksi sosial) secara disiplin di transportasi publik. Salah satu caranya adalah membatasi jumlah penumpang di setiap transportasi publik milik Pemprov DKI.

"Pembatasan jumlah penumpang per gerbong dan per bis menjadi penting sekali untuk memastikan bahwa jarak fisik antara satu penumpang dengan penumpang lain baik pada saat menuju kendaraan umum maupun selama berada dalam kendaraan umum tetap terjaga,"terang dia.

Selain itu, kata Anies, pihaknya akam membatasi jumlah antrean di dalam halte dan staaiun. Hal ini juga mempunyai tujuan yang sama, yakni mengurangi resiko penularan virus corona.

"Ini semua punya konsekuensi antrean akan lebih banyak di luar halte dan di luar stasiun. Antrean di luar halte dan stasiun di ruang terbuka dari diskusi para ahli mengurangi tingkat risiko penularan daripada antrean atau kepadatan di ruang tertutup,"tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta pemerintah pusat dan daerah menyediakan transportasi publik bagi masyarakat. Yang terpenting, kata Jokowi, memperhatikan tingkat kebersihan transportasi publik tersebut dan mengantisipasi kerumunan hingga antrean.

"Baik itu kereta api, bus kota, MRT, LRT bus Trans, yang penting bisa mengurangi tingkat kerumunan, mengurangi antrean dan mengurangi tingkat kepadatan orang di dalam moda transportasi tersebut sehungga kita bisa menjaga jarak satu dengan lainnya," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/3/2020). 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon