Tjiptardjo Dituding Memberi Informasi Bertentangan
Senin, 7 Juni 2010 | 16:00 WIBDirjen Pajak dituding Panitia Pajak DPR tidak memberikan informasi yang sikron perihal beberapa kasus manipulasi pajak. Jawaban yang diberikan Pak Dirjen di depan anggota Panitia, hari ini, dianggap bertentangan dengan yang sudah dilakukan.
Salah satu contohnya menyangkut kasus faktur pajak fiktif PT Permata Hijau Sawit (PHS).
"Dari jawaban yang diberikan Tjiptardjo banyak yang bertentangan dengan yang dilakukan," kata Kamaruddin Sjam, anggota Panitia, sore ini, di gedung DPR, Senayan.
Itu misalnya mengenai penetapan Wajib Pajak Patuh. Menurut Ditjen Pajak, penetapan wajib pajak patuh menjadi tidak patuh membutuhkan waktu lama. Tapi kenyataan yang terjadi pada PHS, perusahaan tersebut ditetapkan menjadi Wajib Pajak Patuh menjadi Tidak Patuh hanya berlaku dalam waktu singkat.
Kamaruddin tidak memerinci, soal yang disebut "waktu singkat" itu.
Menanggapi pernyataan itu, Dirjen Pajak Mochammad Tjiptardjo menyatakan, angka yang pernah dikeluarkan pada awal Mei silam merupakan angka kerugian negara tidak hanya restitusi. Sementara indikasi penyidikan terhadap PHS terus berjalan.
"Kami masuk penyidikan mulai 2006 hingga 2008 tapi ada kemungkinan masuk ke tahun-tahun sebelumnya sehingga indikasi bisa melebar," kata Tjiptardjo.
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, 3 Mei lalu mengeluarkan pernyataan, kerugian negara akibat faktur pajak fiktif PHS mencapai Rp 300 miliar. Pernyataan itu berbeda dengan angka yang dikeluarkan Kanwil Pajak Sumatera Utara yang menyebut kerugian negara sekitar Rp 90 miliar.
Lalu hari ini Menteri Keuangan Agus Martowardojo, menyatakan kerugian negara akibat faktur fiktif PHS mencapai Rp 190 miliar.
Ketika Tjiptardjo mempersilakan wakilnya untuk memberikan jawaban, Kamaruddin Sjam langsung menyela.
"Bagaimana Bapak (Tjiptardjo) ini, masak Anda tidak menguasai padahal memberi keputusan soal ini, kalau tidak mampu mundur saja," kata Kamaruddin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




