Saat Warga dan Umat Gencarkan Gerakan Waspada Corona...
Jumat, 20 Maret 2020 | 11:54 WIB
Demak, Beritasatu.com - Pengumuman itu dengan cepat menyebar di WAG (Whatsapp Group) pengurus rukun warga (RW). Tak menunggu lama, para ketua rukun tetangga (RT) pun sontak mem-forward (meneruskan)-nya ke WAG RT masing-masing.
Pengumuman itu datang dari Paguyuban Ketua RW di wilayah Perumnas Pucanggading, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Demak. Pengumuman itu berjudul "Gerakan Tangkal Covid-19 Masuk Pucanggading" yang disampaikan ketua paguyuban, Wawan Sudarwanto.
Isi pengumuman itu berupa instruksi kepada semua Ketua RT untuk aktif memonitor warganya, agar tidak keluar kota dulu. Kalau ada yg datang dari luar kota/luar negeri, wajib lapor ke Ketua RW atau kades Batursari dan "sangat dianjurkan" kesadarannya untuk tidak kontak dengan masyarakat sekitar dulu.
Semua warga juga diharuskan memiliki handsanitizer (otomatis satu keluarga mempunyai handsanitizer) dan digunakan setiap saat.
Mengubah jabat tangan, dengan bentuk lain, jangan kontak langsung dengan telapak tangan atau anggota tubuh yang lain.
Kalau ada warga yang batuk/pilek/flu, "sangat dianjurkan" untuk tinggal di rumah saja, jangan keluar rumah dulu, batasi kontak dengan masyarakat sekitar.
Untuk para takmir Masjid/Musala, diminta proaktif untuk menyediakan handsanitizer, karpet harus steril atau digulung saja dan diimbau agar warga muslim membawa sajadah dari rumah.
Warga juga harus menggunakan masker saat berpergian naik kendaraan, menjaga asupan makanan dengan gizi yang seimbang, olahraga, dan istirahat cukup.
Warga harus menghindari pertemuan/perkumpulan banyak orang, kalau terpaksa ada acara hajatan, harus ketat untuk menjaga jarak kontak dengan tamu, dan salaman jarak jauh.
Kalau ada hal-hal yang sangat urgen warga sakit dengan ciri-ciri klinis Covid-19, segera laporkan ke WA grup paguyuban untuk mendapatkan bantuan atau langsung ke Puskesmas Maranggen 3.
Pahami penyebaran dan istilah-istilah Covid-19/virus corona dari sumber yang bertanggung jawab, jangan terhasut oleh berita bohong (hoax), akan kita bentuk satgas anti Covid-19 Pucanggading yang memadukan Tim Zonasi Corona Paguyuban, Tim Kesehatan Puskesmas Maranggen 3, dan Petugas Keamanan.
"Demikian, mohon hal ini bisa dilaksanakan. Apabila kita disiplin menjalankan imbauan ini, insyaa Alloh, wilayah kita terhindar dari Covid-19," ungkap Wawan Sudarwanto, Jumat (20/3/2020).
Ketua RW 25 Retno Wahyudianto mendukung seruan tersebut dan minta agar warga di wilayahnya mematuhi dan mengikuti imbauan tersebut, untuk mengantisipasi dan mencegah penularan virus corona.
Ino, sapaan akrabnya bahkan sudah lebih dulu membuat edaran dan imbauan serupa kepada warganya. Dalam imbauan bergambar dirinya yang disebar melalui WAG RW dan RT, Ino meminta warga waspada dan jangan panik.
"Waspada boleh, panik jangan. Lebih baik di rumah saja dan hindari kerumunan," ungkap Ino.
Partisipasi warga untuk menghindari penularan corona juga terlihat dari dihentikannya semua kegiatan yang melibatkan orang banyak. Imbauan pemerintah pusat dan daerah terbukti mendapat dukungan luas masyarakat di tingkat bawah.
Salah satunya, pertandingan voli Pujatim (Pucang Jajar Timur) Cup V dihentikan, mulai 19-29 Maret.
"Kami memutuskan menghentikan semua kegiatan pertandingan. Pertandingan kami tunda, sambil menunggu instruksi lebih lanjut," ujar Ketua panitia Pujatim Cup, Priyatmoko.
Dukungan untuk mewaspadai corona, juga datang dari kalangan gereja. Menindaklanjuti Surat Gembala Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang, nomor 0332/A/X/2—13 tertanggal 19 Maret 2020, para pengurus paroki di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS), memutuskan menghentikan seluruh kegiatan peribadatan, hingga 3 April 2020. Perayaan Ekaristi pun disiarkan secara online atau live streaming.
Dalam imbauan yang dikeluarkan Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAS itu, live streaming akan digelar Sabtu, 21 Maret 2020 pukul 17.00 WIB dan hari Minggu, 22 Maret 2020 pukul 08.00 WIB dipimpin Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko, melalui kanal https://www.youtube.com/user/komsoskas atau di KOMSOS Keuskupan Agung Semarang
Perayaan Ekaristi Live Streaming juga digelar Sabtu dan Minggu, 28/29 Maret 2020. Untuk Sabtu, 28 Maret 2020 : Pukul 17.00 WIB di Paroki Gondangwinangun Klaten dengan channel http://bit.ly/399370k.
Pukul 18.00 WIB Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang dengan channel Komisi Kepemudaan KAS. Minggu 29 Maret 2020 : Pukul 07.00 WIB Komsos Keuskupan Agung Semarang dengan channel https://www.youtube.com/user/komsoskas. Pukul 08.00 WIB Paroki Keluarga Kudus Atmodirono Semarang dengan channel Komsos Paroki Keluarga Kudus Atmodirono Semarang
Pukul 09.00 WIB Paroki Maria Assumpta Klaten dengan channel paroki klaten. Pukul 18.00 WIB Komsos Keuskupan Agung Semarang dengan channel KOMSOS Keuskupan Agung Semarang.
"Duka dan kecemasan masyarakat saat ini yang disebabkan oleh merebaknya virus corona Covid-19, merupakan duka dan kecemasan kita, baik gembala maupun umat Keuskupan Agung Semarang (bdk. Gaudium et Spes art. 1). Kita semua sebagai bagian dari masyarakat sungguh merasakan keprihatinan ini. Tidak sedikit korban sakit dan meninggal yang disebabkan olehnya, termasuk di tengah-tengah masyarakat kita," kata Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




